Apakah Jatuh Cinta Beda Agama Selalu Salah?

Sat, 7 Jun 2025 08:39:50 Dilihat 94 kali Author gerbang nusantara
WhatsApp Image 2025-06-07 at 16.28.11

Penulis: Savitri Shalssabila, Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta

Cinta adalah bahasa universal yang tak perlu diterjemahkan. Ia datang tanpa izin, seringkali memperhatikan tanpa batas-batas yang manusia buat, termasuk batas agama. Namun, ketika cinta berlabuh di antara dua insan yang keyakinannya berbeda, tidak jarang muncul pertanyaan dan keraguan: apakah cinta ini salah? Masyarakat sering kali memberi label negatif, menganggap cinta beda agama sebagai “haram”, “tabu”, atau bahkan sebuah dosa besar. Padahal, apakah cinta itu bisa salah?

 

Saya percaya, cinta beda agama bukan soal benar atau salah, melainkan soal bagaimana kita mampu membuka ruang dialog, pengertian, dan penghormatan. Seperti dijelaskan Erich Fromm dalam The Art of Loving (1956), cinta adalah seni yang memerlukan pengetahuan dan usaha sadar. Bukan sekedar perasaan yang meluap-luap, tapi sebuah komitmen untuk saling memahami dan menerima.

 

Ketika dua orang yang berbeda agama memutuskan untuk bersama, mereka tidak hanya menyatukan hati, tetapi juga dua dunia yang berbeda. Tantangan terbesar bukan pada perbedaan keyakinan itu sendiri, melainkan bagaimana mereka mampu menjembatani perbedaan tersebut dengan rasa hormat dan komunikasi terbuka. Diane Z. Chase dalam Interfaith Relationships (2018) menekankan bahwa dialog jujur ​​antara pasangan dan keluarganya adalah kunci keberhasilan hubungan ini. Konflik dapat diminimalisir jika keluarga dan pasangan duduk bersama membicarakan nilai-nilai dan batasan yang saling dihormati.

 

Namun, masyarakat luas seringkali terlalu cepat menghakimi, menganggap hubungan lain agama sebagai ancaman terhadap norma dan tradisi. Padahal, hubungan semacam ini justru bisa menjadi cermin keberagaman yang indah dan pelajaran penting tentang toleransi. Dalam The Psychology of Religion (1992), Ralph W. Hood menguraikan bahwa penerimaan keluarga dan lingkungan sosial sangat menentukan stabilitas emosional pasangan beda agama. Dengan dukungan tersebut, pasangan dapat lebih mudah menavigasi perbedaan dan membangun rumah tangga yang harmonis.

 

Perlu diingat, perbedaan agama tidak selalu berarti harus ada perpecahan. Cinta lintas agama mengajarkan kita untuk melihat esensi manusia, bukan label di atas kepala. Ketika cinta dipandu oleh nilai saling menghormati, batas-batas agama bukan lagi penghalang, melainkan titik awal untuk membangun jembatan kebersamaan.

 

Bagi sebagian orang, cinta beda agama bisa menjadi tantangan berat yang memaksa mereka untuk memilih antara keyakinan dan hati. Namun, apakah harus selalu seperti itu? Saya percaya bahwa cinta tidak harus mengorbankan identitas dan keyakinan, melainkan menuntut kebijaksanaan untuk menemukan titik temu yang seimbang. Keduanya bisa berdampingan, seperti dua nada berbeda dalam satu harmoni.

 

Mengutip Fromm kembali, “Cinta adalah tindakan, bukan sekadar perasaan.” Artinya, pasangan beda agama harus aktif membangun pemahaman, bukan hanya berharap perasaan mereka cukup kuat untuk melewati rintangan. Komunikasi yang tulus dan kesediaan untuk belajar dari satu sama lain adalah fondasi utama

 

Dalam konteks sosial yang semakin plural, penting bagi kita untuk menghapus stigma dan prasangka terhadap cinta beda agama. Tidak ada yang salah dengan hati yang jatuh cinta pada orang yang berbeda agama, selama cinta itu dibarengi dengan kesadaran, penghormatan, dan tanggung jawab.

 

Sebagai penutup, saya ingin mengajak pembaca untuk membebaskan cinta dari ikatan stereotip. Cinta lintas agama bukanlah sebuah kesalahan, melainkan sebuah tantangan dan peluang untuk belajar tentang kemanusiaan yang sejati. Dalam keragaman, kita menemukan kekuatan, dan dalam perbedaan, kita menemukan keindahan.

Mari bersama-sama membuka hati dan pikiran, bahwa cinta adalah jembatan bukan tembok. Cinta yang mampu menyatukan, bukan memisahkan. Karena pada akhirnya, cinta tidak pernah salah — yang salah adalah ketika kita menutup diri untuk memahami dan menerima

Baja Juga

News Feed

Mahasiswa Didorong Hadapi Tantangan Era Society 5.0, Zulhansyah Tekankan Peran Organisasi

Thu, 28 Aug 2025 14:06

Tenggarong — Dalam rangkaian kegiatan PKKMB Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) Unikarta, digelar seminar bertajuk “Peran Organisasi Mahasiswa dalam Menghadapi…

Akhmed Reza Fachlevi Tanggapi Isu Pencalonan Ketua KNPI Kaltim: Harap Ada Rekonsiliasi Pemuda

Wed, 27 Aug 2025 11:01

Kalimantan Timur– Isu mengenai pencalonan Ketua KNPI Kalimantan Timur mulai mencuat ke publik. Nama Anggota DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi,…

Presiden Mahasiswa Unikarta Ajak Mahasiswa Baru Lebih Kritis dan Aktif Berorganisasi

Wed, 27 Aug 2025 04:10

Kutai Kartanegara —Dalam momentum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025, Presiden Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara, Ibnu Ridho,…

Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin RPU Rp24,9 Miliar di Kutim Masuk Tahap Penyidikan

Wed, 27 Aug 2025 00:04

Kalimantan Timur -Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan mesin Rice Processing Unit (RPU) senilai Rp24,9 miliar di Kabupaten Kutai Timur…

Rektor Unikarta Tekankan Pentingnya Karakter dan Organisasi pada PKKMB 2025

Tue, 26 Aug 2025 12:05

Kutai Kartanegara – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2025–2026, Selasa (26/8/2025)….

Royalti Musik: Momentum Pembenahan, Bukan Sekadar Regulasi

Sun, 24 Aug 2025 14:54

Gerbang Nusantara memandang bahwa langkah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang mengusulkan agar izin konser hanya diberikan setelah…

Ratusan Massa Kaltim Siap Gelar Aksi Besar, Tuntut Cabut Izin PT BDAM dan Copot Pejabat Polres Kukar

Sun, 24 Aug 2025 07:17

Kutai Kartanegara — Persoalan sengketa lahan yang bermula sejak 1980 kembali memanas. Awal perkara ini disebut dimulai saat hadirnya PT…

Kaltim Sediakan Rp25 Miliar untuk Kompensasi Kesehatan, Darlis: Pasien Tidak Boleh Ditolak

Sun, 24 Aug 2025 03:36

Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran Rp25 miliar dalam APBD Perubahan 2025. Dana ini disiapkan sebagai kompensasi kesehatan…

Dana Transfer Pusat Dipangkas, APBD Kaltim Terancam Defisit Besar

Sun, 24 Aug 2025 03:20

Samarinda -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini menghadapi ancaman defisit besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan. Hal…

Pemprov Kaltim Pastikan UKT Mahasiswa Baru Ditanggung dalam Program Gratispol

Fri, 22 Aug 2025 22:57

Kalimantan Timur -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmen dalam melaksanakan program pendidikan gratis atau Gratispol bagi mahasiswa baru di…

Berita Terbaru

Teknologi

Pendidikan

Visitor