Muara Muntai Kutai Kartanegara- . Empat hari setelah insiden penyerangan yang dilakukan sekelompok orang yang pro terhadap aktivitas pemanduan ilegal di alur Sungai Mahakam, situasi Desa Muara Muntai Ilir, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.
Kepala Desa (Kades) Muara Muntai Ilir, Arifadin Nur, dan Direktur BUMDes Kasdi Iskandar, yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, telah kembali ke rumah mereka masing-masing sejak Rabu (11/6/2025).
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Kamis (12/6/2025), Arifadin memastikan kondisi keamanan di desanya telah membaik.
“Alhamdulillah, kondusif saja ini,” ujarnya singkat.
Saat ditanya apakah masih ada ancaman pascaperistiwa penyerangan pada Minggu (8/6/2025), ia menegaskan tidak ada aksi teror lanjutan.
“Untuk sementara tidak ada. Tapi mereka masih melakukan kegiatan pemanduan itu (ilegal). Polisi dari Polres Kukar berjaga di rumah saya yang sempat dirusak,” ungkapnya.
Terkait ajakan damai dari pihak penyerang, Arifadin menyatakan telah menolaknya sejak awal.
“Ada yang menyampaikan langsung, ada juga lewat orang-orang yang saya kenal. Tapi kami tetap menolak berdamai,” tegasnya.
Menurutnya, saat ini ia lebih fokus pada proses hukum atas laporan penyerangan, pengeroyokan, dan perusakan yang telah dilayangkan ke Polres Kukar.
“Besok (Jumat, 13/6/2025) pihak Polres akan melakukan olah TKP. Ada delapan anggota Reskrim yang dijadwalkan ke Muara Muntai untuk itu. Setelahnya, kami belum tahu proses lanjutannya seperti apa,” jelas Arifadin.
“Kami ingin tahu proses hukumnya bagaimana dan kenapa pelaku belum juga ditahan. Padahal bukti sudah jelas, ada video. Seharusnya bisa langsung diamankan. Warga di sini masih resah karena pelaku masih berkeliaran. Ini berbahaya, bisa memicu korban baru,” paparnya.
Menanggapi laporan balik yang dilayangkan kelompok penyerang ke Polres Kukar, Arifadin menegaskan tidak akan mundur. Ia menyebut langkah itu sebagai bentuk pengalihan isu oleh pelaku premanisme.
“Saya dan Pak Kasdi yang jadi korban malah dilaporkan. Itu lucu. Tapi karena prosedur, laporan mereka tetap diterima polisi. Tinggal nanti kita lihat buktinya seperti apa,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Pihak berwajib telah turun ke lokasi kejadian melakukan pemeriksaan, tinggal menunggu hasil pemeriksaan.