Penulis: Suci Aprilia Oktaviani, Putri Hijabfluencer Kaltim 2024
Sedari kecil saya dibesarkan dilingkungan dan keluarga yang mendukung penuh dalam dunia fashion/peagent, saya selalu mengikuti lomba baik itu fashion show maupun semacamnya, hingga saya memberanikan diri mengikuti ajang Peagent Putri Hijabfluencer tingkat Provinsi Kalimantan Timur, yang diselenggarakan di kota Samarinda.
Saya membawa segenap kesiapan diri, mental ,pengetahuan, dan talenta yang saya punya, untuk bersaing dikancah Provinsi, tumbuh di tengah keasrian alam dan kearifan budaya Kutai pedalaman, tepatnya Desa Semayang Kecamatan Kenohan Kutai Kartanegara.
Darah seni dan koneksi mendalam dengan tanah leluhur mengalir dalam diri, membentuk seorang perempuan yang tak hanya memancarkan kecantikan, tetapi juga keteguhan hati dan visi sosial yang kuat.
Bagi saya, predikat seperti model, duta, atau ratu kecantikan bukan sekadar tentang mahkota,selempang,dan sorotan lampu, melainkan tentang tanggung jawab, misi sosial yang nyata.
“Kecantikan dan karisma bukanlah satu-satunya nilai.”
Kepekaan sosial dan kontribusi nyata untuk masyarakatlah yang membedakan seorang publik figur biasa dengan figur yang berdampa, prinsip inilah yang menjadi kompas, terutama dalam dunia yang saya tekuni: seni tari.
Saya memilih tari bukan hanya sebagai panggung ekspresi diri, tetapi sebagai media kampanye yang powerful, misi sosial jelas, menjadikan seni tari sebagai corong untuk menyuarakan isu-isu sosial yang seringkali terabaikan, khususnya yang menyangkut generasi muda dan perempuan.
Saya meyakini bahwa setiap gerakan tubuh dalam tarian, mampu menyampaikan pesan yang lebih dalam dari kata-kata, menyentuh hati nurani, dan membangkitkan kesadaran publik.
Melalui pertunjukan tari yang penuh makna, workshop edukatif, dan kolaborasi dengan berbagai komunitas, Saya bertekad mengedukasi sekaligus menginspirasi, bagi saya, seni tari adalah sarana perubahan sosial yang bermakna dan inklusif, bukan sekadar pertunjukan estetika semata, nilai-nilai inilah yang ingin saya bawa ke setiap panggung dan pertemuan dengan masyarakat.
Hobi dan profesi saya di dunia tari membawa ragam rasa suka, saya bisa bebas mengekspresikan perasaan dan gagasan tanpa terikat kata, menari adalah ruang kebebasan untuk berkarya dan menyampaikan pesan-pesan penting, termasuk kritik sosial.
Kebahagiaan terpancar saat saya melihat penonton tersentuh oleh gerakannya di atas panggung, tari juga telah membukakan pintu pertemuan dengan orang-orang hebat dan komunitas seni, memberi saya ruang tak terbatas untuk belajar dan berkembang.
Namun, tantangan tak pernah absen. latihan yang melelahkan, jadwal padat yang kerap berbenturan, rasa tidak percaya diri menghadapi kritik, hingga perjuangan membuat orang sekitar memahami bahwa tari adalah profesi penuh dedikasi, bukan sekadar pengisi waktu luang, tapi dari semua itu, saya belajar bahwa setiap gerakan punya perjuangannya. Justru di situlah saya semakin mencintai dunia tari sebagai bagian hidup saya.
Dedikasi saya membuahkan hasil nyata, salah satunya gelar Putri Hijab Berbakat Tingkat Provinsi Kalimantan Timur, sebuah pengakuan atas bakat dan semangat saya, harapan dan doa saya mencerminkan kedalaman jiwa, saya berharap setiap langkah yang dijalankan dalam bidang seni selalu diberkahi dan membawa manfaat seluas-luasnya.
Saya ingin terus menari, bukan hanya di panggung megah, tapi juga “di tengah kehidupan” menyebarkan semangat, pesan kebaikan, dan keindahan yang menyentuh jiwa.
Untuk keluarga, saya mendoakan kebersamaan, keberkahan, dan kekuatan dalam dukungan. Dalam karir, saya ingin terus berkembang dengan integritas dan nilai yang dipegang teguh.
Secara ekonomi, saya berharap kecukupan yang membawa berkah dan manfaat bagi sesama.
Kesehatan jasmani-rohani agar mampu terus berkarya tanpa henti. Dan dalam kehidupan sosial,saya ingin menjadi pribadi rendah hati, pembawa pengaruh positif, serta penggerak perubahan.
“Karena bagi saya,” “seni adalah bagian dari cara saya mengabdi bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk masyarakat dan Tuhan.”
Pesan inspiratif untuk semua sederhana namun mendalam: Jangan pernah meremehkan potensi dalam diri sendiri. Latar belakang, asal usul, atau siapa pun dirimu itu semua bukanlah penghalang untuk masa depan.
“Ketika kamu punya niat baik, kerja keras, dan keberanian untuk melangkah, maka dunia pun akan membuka jalan”
Saya ingin mengajak semua orang untuk menjadi versi terbaik diri sendiri, bukan memaksakan diri demi kesempurnaan, tetapi karena setiap orang pantas untuk terus tumbuh.
Kehidupan itu seperti gerakan dalam tarian, ia tentang menemukan harmoni, menghargai proses, dan berani tampil apa adanya, mulailah dari hati, bergerak dengan tujuan, dan percayalah, kamu bisa jadi cahaya, sekecil apapun langkahmu.