Tenggarong – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutai Kartanegara memberikan tanggapan terhadap pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, yang menyebut bahwa HMI bukanlah organisasi yang tumbuh dari bawah.
Dalam pernyataannya, Ketua Umum HMI Kukar menilai bahwa ucapan tersebut bisa dimaknai sebagai bentuk pujian terhadap sistem perkaderan HMI yang telah terbukti mampu mencetak kader-kader berkualitas secara konsisten.
“Bagi kami, itu adalah bentuk pengakuan atas keberhasilan sistem perkaderan HMI yang sudah terstruktur dan sistematis. Artinya, HMI telah mampu mencetak kader-kader unggul yang mampu bersaing di berbagai level, baik lokal maupun nasional,” ujarnya, Kamis (17/7).
Ia juga menilai pernyataan tersebut bisa dianggap sebagai guyonan yang ringan namun tetap harus ditempatkan dalam konteks yang wajar.
“Itu guyonan yang bagus untuk HMI, tapi jangan sampai diposisikan menjadi kalimat yang berlebihan atau menjatuhkan. Kita harus tetap menjaga semangat saling menghargai antarsesama organisasi pergerakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa HMI sejak awal berdiri memiliki akar kuat di tengah masyarakat dan berkembang berkat peran aktif kader-kadernya di berbagai daerah, termasuk di Kutai Kartanegara.
“HMI tumbuh karena kerja keras kader di akar rumput. Jadi kalau dibilang tidak tumbuh dari bawah, itu justru bisa jadi penegasan bahwa kader HMI memang luar biasa – bukan sekadar lahir dari kondisi, tapi dari proses panjang dan serius,” pungkasnya.
Pernyataan Cak Imin sebelumnya telah menuai reaksi dari berbagai pihak, terutama dari kalangan kader dan alumni HMI di seluruh Indonesia.