Museum Mulawarman Butuh Sentuhan Zaman, Bupati Baru Harapan Baru

Sat, 19 Jul 2025 02:06:14 Dilihat 186 kali Author gerbang nusantara
Ocxynuel Panjaitan
Ocxynuel Panjaitan

Penulis Oleh: Ocxynuel Panjaitan, Alumni Universitas Mulawarman Hubungan Internasional

Museum bukan sekadar bangunan tua dengan rak kaca berisi benda bersejarah. Museum adalah ruang hidup di mana generasi hari ini bercermin pada masa lalu, lalu melangkah lebih bijak ke masa depan. Museum Mulawarman di Tenggarong, Kutai Kartanegara, seharusnya berdiri kokoh sebagai pusat kebanggaan sejarah Kesultanan Kutai, tetapi nyatanya kini masih tertinggal dalam balutan cara-cara lama.

Berulang kali saya mendengar keluhan sederhana namun berarti dari para pelajar di Tenggarong: “Museum Mulawarman itu keren, tapi cepat bosan.” Kalimat ini jujur, sekaligus tamparan. Anak-anak zaman sekarang lahir di era digital, tumbuh dengan ponsel pintar dan visual bergerak. Menyuruh mereka menatap benda di etalase kaca tanpa narasi interaktif sama saja memisahkan mereka dari sejarahnya sendiri.

Modernisasi museum bukan sekadar wacana gagah-gagahan. Ini soal bagaimana warisan sejarah kita bisa tetap melekat di hati generasi muda. Sejumlah museum di kota lain sudah berbenah — memasang layar sentuh, membuat tur virtual, menghadirkan audio guide multi bahasa. Pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan. Sejarah tidak lagi jadi tumpukan benda mati, tetapi menjadi cerita hidup yang bisa mereka pahami dengan cara yang mereka suka.

Kini masyarakat Tenggarong menyimpan satu harapan besar: terpilihnya Bupati baru Kukar harus menjadi pintu perubahan nyata bagi Museum Mulawarman. Harapan ini bukan mimpi kosong. Museum Mulawarman punya modal sejarah yang kuat, koleksi artefak yang langka, dan bangunan keraton megah yang masih berdiri anggun. Tinggal bagaimana semua itu dikemas dengan sentuhan teknologi dan cara penyajian modern.Transformasi Menuju Museum Modern.

Dalam usulan modernisasi, saya dan banyak warga bermimpi Museum Mulawarman dilengkapi berbagai fasilitas baru, di antaranya:
• Digital Guide & Audio Tour: Pengunjung bisa mengakses informasi koleksi melalui aplikasi pemandu berbasis QR code.
• Interactive Display: Layar sentuh dan hologram untuk menjelaskan sejarah Kerajaan Kutai dan silsilah raja secara visual.
• Ruang Pameran Tematik: Penataan ulang ruangan agar koleksi tersaji lebih naratif, sesuai periode sejarah dan tema.
• Virtual Reality (VR) Corner: Pengunjung dapat merasakan pengalaman virtual menjelajahi istana Kutai di masa lampau.
• Pusat Edukasi dan Workshop: Ruang edukasi interaktif dengan program belajar sejarah, diskusi, dan pelatihan kreatif.
Langkah-langkah ini bisa dipadukan dengan perbaikan tata pameran, pelatihan SDM pengelola museum agar paham teknologi, serta membuka ruang gotong royong dengan komunitas sejarah dan sekolah. Kita tidak bisa berharap pengunjung datang begitu saja tanpa ada perbaikan yang nyata.
Museum Mulawarman butuh lebih dari sekadar lampu baru. Ia butuh visi baru: menjadikannya bukan hanya ruang pajangan artefak, tetapi pusat belajar sejarah yang hidup, interaktif, dan membanggakan.
Bupati baru, harapan baru. Saatnya kita bersama-sama menghidupkan kembali Museum Mulawarman, agar sejarah Kutai Kartanegara tidak hanya terjaga di ruang kaca, tetapi juga hidup di hati anak cucu kita kelak.

Baja Juga

News Feed

Mahasiswa Didorong Hadapi Tantangan Era Society 5.0, Zulhansyah Tekankan Peran Organisasi

Thu, 28 Aug 2025 14:06

Tenggarong — Dalam rangkaian kegiatan PKKMB Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) Unikarta, digelar seminar bertajuk “Peran Organisasi Mahasiswa dalam Menghadapi…

Akhmed Reza Fachlevi Tanggapi Isu Pencalonan Ketua KNPI Kaltim: Harap Ada Rekonsiliasi Pemuda

Wed, 27 Aug 2025 11:01

Kalimantan Timur– Isu mengenai pencalonan Ketua KNPI Kalimantan Timur mulai mencuat ke publik. Nama Anggota DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi,…

Presiden Mahasiswa Unikarta Ajak Mahasiswa Baru Lebih Kritis dan Aktif Berorganisasi

Wed, 27 Aug 2025 04:10

Kutai Kartanegara —Dalam momentum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025, Presiden Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara, Ibnu Ridho,…

Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin RPU Rp24,9 Miliar di Kutim Masuk Tahap Penyidikan

Wed, 27 Aug 2025 00:04

Kalimantan Timur -Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan mesin Rice Processing Unit (RPU) senilai Rp24,9 miliar di Kabupaten Kutai Timur…

Rektor Unikarta Tekankan Pentingnya Karakter dan Organisasi pada PKKMB 2025

Tue, 26 Aug 2025 12:05

Kutai Kartanegara – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2025–2026, Selasa (26/8/2025)….

Royalti Musik: Momentum Pembenahan, Bukan Sekadar Regulasi

Sun, 24 Aug 2025 14:54

Gerbang Nusantara memandang bahwa langkah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang mengusulkan agar izin konser hanya diberikan setelah…

Ratusan Massa Kaltim Siap Gelar Aksi Besar, Tuntut Cabut Izin PT BDAM dan Copot Pejabat Polres Kukar

Sun, 24 Aug 2025 07:17

Kutai Kartanegara — Persoalan sengketa lahan yang bermula sejak 1980 kembali memanas. Awal perkara ini disebut dimulai saat hadirnya PT…

Kaltim Sediakan Rp25 Miliar untuk Kompensasi Kesehatan, Darlis: Pasien Tidak Boleh Ditolak

Sun, 24 Aug 2025 03:36

Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran Rp25 miliar dalam APBD Perubahan 2025. Dana ini disiapkan sebagai kompensasi kesehatan…

Dana Transfer Pusat Dipangkas, APBD Kaltim Terancam Defisit Besar

Sun, 24 Aug 2025 03:20

Samarinda -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini menghadapi ancaman defisit besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan. Hal…

Pemprov Kaltim Pastikan UKT Mahasiswa Baru Ditanggung dalam Program Gratispol

Fri, 22 Aug 2025 22:57

Kalimantan Timur -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmen dalam melaksanakan program pendidikan gratis atau Gratispol bagi mahasiswa baru di…

Berita Terbaru

Teknologi

Pendidikan

Visitor