Mahakam Ulu -Bantuan beras dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk masyarakat di Kecamatan Long Apari telah tiba dan mulai didistribusikan pada Jumat (8/8/2025).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program penyaluran pangan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman, khususnya daerah yang hanya dapat diakses melalui jalur sungai.
Beras diangkut menggunakan long boat dari wilayah hilir menuju Long Apari.
Perjalanan melalui Sungai Mahakam memakan waktu berjam-jam, melewati arus sungai yang bervariasi dan jalur air yang sebagian masih dipengaruhi kondisi cuaca. Setelah tiba di dermaga kecamatan, karung-karung beras langsung dibongkar dan dipindahkan ke perahu-perahu kecil untuk proses distribusi lanjutan.
Distribusi tidak hanya dilakukan di pusat kecamatan, tetapi juga menjangkau kampung-kampung yang tersebar di sepanjang aliran sungai hingga ke titik paling ujung wilayah administrasi Kecamatan Long Apari.
Salah satu tujuan akhir pendistribusian adalah Kampung Long Apari, yang terletak di perbatasan dan membutuhkan waktu tempuh lebih lama dibandingkan kampung lainnya.
Proses distribusi ini memerlukan koordinasi antara pemerintah daerah, aparat kecamatan, perangkat kampung, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengangkutan logistik. Mengingat letak geografis yang terpencil, penggunaan perahu kecil menjadi satu-satunya cara untuk menjangkau kampung-kampung yang berada di sisi-sisi sungai atau di wilayah dengan akses air terbatas.
Beberapa kampung di Kecamatan Long Pahangai yang sebelumnya menerima bantuan serupa, seperti Kampung Long Isun, langsung menyalurkan beras kepada masyarakat setelah bantuan tiba.
Mekanisme ini juga diterapkan di Long Apari untuk memastikan setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan alokasi sesuai ketentuan.
Bantuan pangan berupa beras ini sangat berarti bagi masyarakat di daerah pedalaman Mahakam Ulu.
Keterbatasan akses jalan darat membuat pasokan bahan makanan dari luar wilayah sangat bergantung pada transportasi sungai. Ketika debit air menurun akibat musim kemarau panjang, distribusi menjadi lebih sulit dan memakan biaya serta waktu yang lebih besar.
Kondisi tersebut sempat terjadi beberapa bulan terakhir, di mana air Sungai Mahakam surut cukup dalam, menyulitkan perjalanan long boat bermuatan penuh. Pada awal Agustus, kondisi air mulai membaik sehingga proses distribusi dapat kembali berjalan dengan lebih lancar.
Momentum ini dimanfaatkan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim untuk menyalurkan bantuan secara serentak ke beberapa kecamatan di wilayah pedalaman, termasuk Long Apari dan Long Pahangai.
Beras bantuan yang dibagikan memiliki berat tertentu per karung, dan jumlahnya telah disesuaikan dengan data penerima yang tercatat di masing-masing kampung. Mekanisme penyaluran mengikuti daftar penerima manfaat yang disiapkan oleh pemerintah desa, sehingga prosesnya teratur dan tidak menimbulkan kerancuan di lapangan.
Penyaluran hingga ke kampung terjauh membutuhkan tenaga tambahan dan pembagian jadwal keberangkatan.
Perahu-perahu kecil membawa muatan beras menyusuri jalur air sempit yang terkadang dangkal. Di beberapa titik, perjalanan harus dilakukan dengan kecepatan rendah untuk menghindari kerusakan perahu akibat batu atau dasar sungai yang menonjol.
Meski penuh tantangan, proses ini berhasil dilaksanakan hingga seluruh kampung di Kecamatan Long Apari terlayani. Pemerintah setempat memastikan bahwa tidak ada keluarga penerima yang terlewat dari pendistribusian.
Bantuan pangan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan beras di wilayah pedalaman, sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah kondisi logistik yang terbatas. Selain itu, penyaluran ini juga menjadi bukti pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, aparat kecamatan, dan masyarakat lokal dalam mengatasi hambatan distribusi di daerah terpencil.
Dengan tuntasnya pendistribusian bantuan beras ini, masyarakat di Long Apari dapat menikmati ketersediaan bahan pangan yang lebih terjamin, setidaknya untuk beberapa waktu ke depan.
Keberhasilan ini juga menegaskan kembali peran vital jalur sungai sebagai urat nadi transportasi dan penghubung utama di Mahakam Ulu, yang hingga kini tetap menjadi jalur utama mobilitas barang dan manusia di wilayah perbatasan.