Kutai Kartanegara -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kutai Kartanegara terus berjalan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya bagi anak-anak sekolah yang kini mendapat akses makanan sehat, tetapi juga bagi warga yang ikut terlibat dalam pengelolaannya.
Dapur Sukarame, Sentra Produksi Ribuan Porsi
Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Sukarame, dapur MBG beroperasi setiap hari sejak pagi hingga sore. Dari dapur inilah ribuan porsi makanan sehat diproduksi dan disalurkan ke sekolah-sekolah.
Menurut narasumber N, produksi harian di Sukarame telah mencapai 3.492 porsi. Jumlah tersebut didistribusikan ke 12 sekolah, mulai dari jenjang PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA di kawasan Tenggarong.
“Setiap SPPG memiliki sekitar 50 karyawan dengan jam kerja delapan jam. Polanya dibagi menjadi tiga shift agar produksi bisa berjalan lancar setiap hari,” jelas N kepada gerbangnusantaranews.id (16/8/2025).
Memberdayakan Warga Lokal
Sebagian besar tenaga kerja MBG di Sukarame merupakan warga sekitar. Program ini membuka peluang kerja baru, terutama bagi ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap. Kini, mereka ikut berperan menyiapkan makanan sehat untuk ribuan siswa setiap harinya.
Bagi masyarakat, kehadiran MBG bukan sekadar lapangan kerja, melainkan bentuk pemberdayaan yang memperkuat ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan keterlibatan warga dalam mendukung pendidikan anak-anak Kukar.
Didampingi Profesional dan Magang
Pengelolaan dapur MBG tidak dilakukan sembarangan. Tiga konsultan dari pusat ditugaskan untuk memastikan standar mutu, yakni ahli gizi, akuntan, dan kepala dapur. Mereka memastikan standar gizi, tata kelola keuangan, serta manajemen operasional berjalan sesuai aturan.
Selain itu, MBG juga melibatkan peserta magang yang bekerja selama dua minggu. Kehadiran mereka membantu produksi sekaligus menjadi sarana belajar mengenai manajemen dapur berskala besar dan sistem distribusi makanan yang terukur.
Fasilitas Kerja dan Jaminan Sosial
Untuk menjaga higienitas dan keselamatan kerja, para pekerja dilengkapi sarung tangan, celemek, dan masker. Ke depan, fasilitas akan ditingkatkan dengan penyediaan baju khusus mirip APD.
Sistem pengupahan dibuat lebih cepat, yakni setiap dua minggu sekali, sehingga karyawan bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga secara teratur. Pengelola juga berkomitmen memberikan jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, agar pekerja tidak hanya mendapat penghasilan tetap, tetapi juga kepastian perlindungan sosial.
Ekspansi Tiga Dapur Baru
Program MBG tidak berhenti di Sukarame. Dalam waktu dekat, tiga dapur tambahan akan beroperasi di Timbau, Panjaitan, dan Sukarame. Dengan hadirnya dapur baru ini, kapasitas produksi akan meningkat dan menjangkau lebih banyak sekolah.
Meski begitu, masih ada pertanyaan dari masyarakat terkait sekolah yang belum menerima MBG. Menurut N, hal ini berkaitan dengan tahap pelaksanaan. Pemerintah daerah menyalurkan program secara bertahap sesuai kesiapan dapur dan tenaga kerja, sambil menyiapkan sarana tambahan agar cakupan semakin luas.
Lebih dari Sekadar Program
Dari dapur hingga ruang kelas, MBG membawa dampak nyata: anak-anak mendapatkan makanan sehat, warga memperoleh pekerjaan, dan sistem distribusi pangan berjalan lebih terstruktur.
Dengan pengelolaan profesional, pendampingan konsultan, serta rencana ekspansi, MBG di Kukar menunjukkan bahwa program sosial bisa dikelola secara modern dan berkelanjutan.
“Harapan kami, MBG terus berlanjut. Anak-anak tumbuh sehat, warga mendapat manfaat, dan ke depan semakin banyak sekolah yang bisa menikmati program ini,” ungkap N.
Program Makan Bergizi Gratis di Kukar akhirnya bukan hanya tentang sepiring nasi, lauk, dan sayur. Ia adalah kisah tentang keberpihakan pada generasi muda, kepedulian terhadap kesejahteraan warga, serta komitmen pemerintah daerah menghadirkan kebijakan yang benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari.