DPC GMNI Kutai Kartanegara Konsisten Dorong Kongres Persatuan : Kongres Faksional di Bandung Adalah Kiamat Demokrasi Organisasi!

Fri, 18 Jul 2025 01:13:09 Dilihat 98 kali Author gerbang nusantara
Renanda, Ketua GMNI Kutai Kartanegara
Renanda, Ketua GMNI Kutai Kartanegara

Tenggarong – Dualisme Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) antara kubu Imanuel Cahyadi dan Arjuna Putra Aldino bermula dari keretakan pada Kongres GMNI XXI di Ambon, Desember 2019. Yang berlarut hingga 2025 yang kini terhitung 6 Tahun sudah berlalu. Kubu Imanuel mengklaim kongresnya sah dan menolak keras pengakuan SK Kemenkumham untuk kubu Arjuna. Keduanya saling mempertahankan legalitas kepemimpinan masing-masing dan menuding kubu lawan melakukan politik praktis dan menyimpang dari nilai organisasi

Dampak dualisme tersebut melumpuhkan roda organisasi dan menghambat regenerasi serta konsolidasi kader selama hampir enam tahun, sehingga kedua kubu sibuk berselisih dan organisasi menjadi terpecah. Imbasnya, kini dirasakan hingga ke daerah baik di tingkat DPD Provinsi maupun DPC Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh nusantara. Tanpa terkecuali di Provinsi Kalimantan Timur, tersebar pamflet yang menyerukan keikutsertaan DPD Kalimantan Timur berkongres di Bandung yang di inisiasi Kubu Immanuel Sehingga mengakusisi DPD baru, beserta 2 DPC dibawahnya yang entah bagaimana seketika muncul.

Ketua DPC GMNI Kutai Kartanegara, Renanda Kusuma Wardana menyerukan tetap tegak lurus dibawah kepemimpinan DPD Ketua Umum A.M Dodi Prabowo dan Sekretaris Jendral David Joshavat.

“GMNI Kutai Kartanegara tegak lurus dibawah kepemimpinan DPD yang ada, menolak segala bentuk intervensi dan Konsisten untuk mendorong Kongres Persatuan untuk mengembalikan marwah organisasi yang terinjak-injak demi kepentingan Faksional tertentu sebagai Skandal Kotor dibalik selimut organisasi!” Pungkas nya.

“Kami berharap kepada seluruh kader GMNI di seluruh indonesia, terkhusus di Kalimantan Timur untuk menyatukan persepsi, rapatkan barisan, junjung tinggi solidaritas, Serta menelaah lebih mendalam keputusan yang bukan dari niat faksional tertentu. Jika hal ini terus berlarut tanpa solusi konkrit, kita bisa mengalami Kiamat Organisasi!.” Tambahnya.

Langkah konkrit yang Berkeadilan untuk memulihkan persatuan organisasi dan menyelamatkan keberlanjutan organisasi GMNI sebagai organisasi perjuangan dengan inisiator Mahasiswa yang dinilai Kritis dan Idealis tanpa Ego kepentingan pribadi yang menggebu, harus berkomitmen pada nilai-nilai ideologi Nasionalisme. Oleh karena itu, pelaksanaan Kongres Persatuan dan Rekonsiliasi seluruh Kubu harus dilandasi prinsip transparansi, inklusivitas, dan musyawarah mufakat agar solusi yang dihasilkan dapat diterima secara adil dan mendasar bagi kelangsungan organisasi.

 

Tenggarong – Dualisme Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) antara kubu Imanuel Cahyadi dan Arjuna Putra Aldino bermula dari keretakan pada Kongres GMNI XXI di Ambon, Desember 2019. Yang berlarut hingga 2025 yang kini terhitung 6 Tahun sudah berlalu. Kubu Imanuel mengklaim kongresnya sah dan menolak keras pengakuan SK Kemenkumham untuk kubu Arjuna. Keduanya saling mempertahankan legalitas kepemimpinan masing-masing dan menuding kubu lawan melakukan politik praktis dan menyimpang dari nilai organisasi

Dampak dualisme tersebut melumpuhkan roda organisasi dan menghambat regenerasi serta konsolidasi kader selama hampir enam tahun, sehingga kedua kubu sibuk berselisih dan organisasi menjadi terpecah. Imbasnya, kini dirasakan hingga ke daerah baik di tingkat DPD Provinsi maupun DPC Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh nusantara. Tanpa terkecuali di Provinsi Kalimantan Timur, tersebar pamflet yang menyerukan keikutsertaan DPD Kalimantan Timur berkongres di Bandung yang di inisiasi Kubu Immanuel Sehingga mengakusisi DPD baru, beserta 2 DPC dibawahnya yang entah bagaimana seketika muncul.

Ketua DPC GMNI Kutai Kartanegara, Renanda Kusuma Wardana menyerukan tetap tegak lurus dibawah kepemimpinan DPD Ketua Umum A.M Dodi Prabowo dan Sekretaris Jendral David Joshavat.

“GMNI Kutai Kartanegara tegak lurus dibawah kepemimpinan DPD yang ada, menolak segala bentuk intervensi dan Konsisten untuk mendorong Kongres Persatuan untuk mengembalikan marwah organisasi yang terinjak-injak demi kepentingan Faksional tertentu sebagai Skandal Kotor dibalik selimut organisasi!” Pungkas nya.

“Kami berharap kepada seluruh kader GMNI di seluruh indonesia, terkhusus di Kalimantan Timur untuk menyatukan persepsi, rapatkan barisan, junjung tinggi solidaritas, Serta menelaah lebih mendalam keputusan yang bukan dari niat faksional tertentu. Jika hal ini terus berlarut tanpa solusi konkrit, kita bisa mengalami Kiamat Organisasi!.” Tambahnya.

Langkah konkrit yang Berkeadilan untuk memulihkan persatuan organisasi dan menyelamatkan keberlanjutan organisasi GMNI sebagai organisasi perjuangan dengan inisiator Mahasiswa yang dinilai Kritis dan Idealis tanpa Ego kepentingan pribadi yang menggebu, harus berkomitmen pada nilai-nilai ideologi Nasionalisme. Oleh karena itu, pelaksanaan Kongres Persatuan dan Rekonsiliasi seluruh Kubu harus dilandasi prinsip transparansi, inklusivitas, dan musyawarah mufakat agar solusi yang dihasilkan dapat diterima secara adil dan mendasar bagi kelangsungan organisasi.

Baja Juga

News Feed

Mahasiswa Didorong Hadapi Tantangan Era Society 5.0, Zulhansyah Tekankan Peran Organisasi

Thu, 28 Aug 2025 14:06

Tenggarong — Dalam rangkaian kegiatan PKKMB Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) Unikarta, digelar seminar bertajuk “Peran Organisasi Mahasiswa dalam Menghadapi…

Akhmed Reza Fachlevi Tanggapi Isu Pencalonan Ketua KNPI Kaltim: Harap Ada Rekonsiliasi Pemuda

Wed, 27 Aug 2025 11:01

Kalimantan Timur– Isu mengenai pencalonan Ketua KNPI Kalimantan Timur mulai mencuat ke publik. Nama Anggota DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi,…

Presiden Mahasiswa Unikarta Ajak Mahasiswa Baru Lebih Kritis dan Aktif Berorganisasi

Wed, 27 Aug 2025 04:10

Kutai Kartanegara —Dalam momentum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025, Presiden Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara, Ibnu Ridho,…

Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin RPU Rp24,9 Miliar di Kutim Masuk Tahap Penyidikan

Wed, 27 Aug 2025 00:04

Kalimantan Timur -Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan mesin Rice Processing Unit (RPU) senilai Rp24,9 miliar di Kabupaten Kutai Timur…

Rektor Unikarta Tekankan Pentingnya Karakter dan Organisasi pada PKKMB 2025

Tue, 26 Aug 2025 12:05

Kutai Kartanegara – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2025–2026, Selasa (26/8/2025)….

Royalti Musik: Momentum Pembenahan, Bukan Sekadar Regulasi

Sun, 24 Aug 2025 14:54

Gerbang Nusantara memandang bahwa langkah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang mengusulkan agar izin konser hanya diberikan setelah…

Ratusan Massa Kaltim Siap Gelar Aksi Besar, Tuntut Cabut Izin PT BDAM dan Copot Pejabat Polres Kukar

Sun, 24 Aug 2025 07:17

Kutai Kartanegara — Persoalan sengketa lahan yang bermula sejak 1980 kembali memanas. Awal perkara ini disebut dimulai saat hadirnya PT…

Kaltim Sediakan Rp25 Miliar untuk Kompensasi Kesehatan, Darlis: Pasien Tidak Boleh Ditolak

Sun, 24 Aug 2025 03:36

Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran Rp25 miliar dalam APBD Perubahan 2025. Dana ini disiapkan sebagai kompensasi kesehatan…

Dana Transfer Pusat Dipangkas, APBD Kaltim Terancam Defisit Besar

Sun, 24 Aug 2025 03:20

Samarinda -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini menghadapi ancaman defisit besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan. Hal…

Pemprov Kaltim Pastikan UKT Mahasiswa Baru Ditanggung dalam Program Gratispol

Fri, 22 Aug 2025 22:57

Kalimantan Timur -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmen dalam melaksanakan program pendidikan gratis atau Gratispol bagi mahasiswa baru di…

Berita Terbaru

Teknologi

Pendidikan

Visitor