Paperbag dan Nada Nada Hubungan Positif

Wed, 4 Jun 2025 03:29:16 Dilihat 90 kali Author gerbang nusantara
IMG-20250604-WA0001

Penulis: Zihan Muhtafa, Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta.

Hubungan positif bukan sekadar wacana, tapi bisa dilihat dari kisah nyata seperti band Paperbag. Terbentuk sejak masa SMA, band ini bukan hanya tempat bermain musik, tetapi juga ruang tumbuh bagi persaudaraan yang langgeng. Paperbag menunjukkan bahwa hubungan baik yang dibangun sejak remaja bisa berkembang menjadi kekuatan kolektif.

Kini, mereka bukan sekadar band pelajar, tapi komunitas kreatif yang menginspirasi. Paperbag sudah tampil di berbagai acara kampus, festival lokal, dan ruang-ruang kreatif independen. Kisah mereka adalah tentang bagaimana hubungan positif bisa bertahan dan membesar bersama waktu.

Paperbag dibentuk oleh empat sahabat yang dulu duduk di bangku SMA yang berbeda di Jakarta. Mereka mengaku ikatan mereka bukan cuma karena musik, tapi juga karena saling dukung sejak masa-masa penuh keraguan. “Kami ini bukan sekadar teman satu band, kami sudah seperti keluarga,” ujar Abhim, gitaris Paperbag.

Kebersamaan mereka melampaui ruang latihan dan panggung pertunjukan. Bahkan saat kuliah berpencar di kampus berbeda, mereka tetap melanjutkan band ini sebagai rumah bersama. Melampirkan waktu, tenaga, dan emosi ke dalam band membuat ikatan ini tak mudah tergantikan.

Banyak yang mengira Paperbag akan bubar setelah lulus SMA, tapi nyatanya tidak. Mereka justru semakin aktif membuat lagu dan tampil di berbagai acara kampus. Ini adalah bukti bahwa hubungan yang sehat bisa memberi ruang bertahan dan berkembang.

Tak hanya solid sebagai tim, mereka juga saling terbuka dan tidak kaku dalam berbagi tugas. Dalam proses kreatif, semua anggota ikut terlibat, dari lirik, aransemen, hingga distribusi digital. Melampirkan proses kolektif ini menumbuhkan rasa kepemilikan yang merata.

Hubungan positif ini juga berdampak ke luar, khususnya pada penggemar muda mereka. Banyak yang merasa terinspirasi oleh kekompakan dan kesetiaan antaranggota. Mereka menjadi contoh bahwa persahabatan yang tulus bisa melahirkan karya dan semangat komunitas.

Dalam lagu-lagunya, Paperbag kerap menyisipkan kisah tentang persahabatan dan masa muda. Tema seperti mimpi bersama, dan jatuh bangun kehidupan mahasiswa menjadi ciri khas mereka. Melampirkan cerita personal ini menjadikan musik mereka terasa dekat dan emosional.

Mereka tak hanya populer karena lagu, tapi karena sikap. Keberadaan mereka menjadi simbol bagaimana anak muda bisa saling mendukung tanpa kompetisi beracun. Hubungan positif menjadi napas utama dari setiap langkah mereka di dunia musik.

Paperbag juga sering diundang ke SMA atau kampus lain untuk berbagi pengalaman. Mereka membagikan cerita tentang membentuk band, menjaga hubungan, hingga menyelesaikan konflik dengan kepala dingin. Kehadiran mereka menginspirasi banyak komunitas kecil lainnya.

Dalam wawancara, mereka menyebut bahwa kunci dari hubungan sehat adalah komunikasi tanpa drama. Mereka rutin melakukan evaluasi, bukan hanya soal teknis bermusik, tapi juga soal kenyamanan batin antaranggota. Pendekatan ini menjadi nilai tambah bagi keberlanjutan band.

Ketika salah satu anggota mengalami masa sulit secara pribadi, band ini tidak langsung mencari pengganti. Mereka memilih untuk rehat dan mendampingi satu sama lain secara emosional. Inilah bentuk solidaritas sejati yang lahir dari hubungan positif, bukan sekadar profesionalisme.

Kini, Paperbag sedang mempromosikan lagu berjudul “Remah.” Album ini adalah perayaan perjalanan mereka sebagai sahabat dan musisi. Ini membuktikan bahwa hubungan positif bisa menjadi fondasi karya jangka panjang.

Paperbag bukan hanya band, tapi bukti bahwa hubungan antarteman yang sehat dapat melahirkan sesuatu yang bernilai. Mereka menunjukkan bahwa musik bisa menjadi pengikat, penguat,

bahkan penyembuh dalam persahabatan. Nada-nada yang mereka hasilkan adalah pantulan dari relasi yang kuat.

Hubungan positif bukan teori, tapi praktik nyata yang dijalankan setiap hari. Paperbag menunjukkan bahwa persaudaraan bisa tumbuh bersama karya dan waktu. Dan itulah warisan paling indah dari sebuah band yang berangkat dari SMA dan terus menyatu hingga kini.

Baja Juga

News Feed

Mahasiswa Didorong Hadapi Tantangan Era Society 5.0, Zulhansyah Tekankan Peran Organisasi

Thu, 28 Aug 2025 14:06

Tenggarong — Dalam rangkaian kegiatan PKKMB Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) Unikarta, digelar seminar bertajuk “Peran Organisasi Mahasiswa dalam Menghadapi…

Akhmed Reza Fachlevi Tanggapi Isu Pencalonan Ketua KNPI Kaltim: Harap Ada Rekonsiliasi Pemuda

Wed, 27 Aug 2025 11:01

Kalimantan Timur– Isu mengenai pencalonan Ketua KNPI Kalimantan Timur mulai mencuat ke publik. Nama Anggota DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi,…

Presiden Mahasiswa Unikarta Ajak Mahasiswa Baru Lebih Kritis dan Aktif Berorganisasi

Wed, 27 Aug 2025 04:10

Kutai Kartanegara —Dalam momentum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025, Presiden Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara, Ibnu Ridho,…

Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin RPU Rp24,9 Miliar di Kutim Masuk Tahap Penyidikan

Wed, 27 Aug 2025 00:04

Kalimantan Timur -Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan mesin Rice Processing Unit (RPU) senilai Rp24,9 miliar di Kabupaten Kutai Timur…

Rektor Unikarta Tekankan Pentingnya Karakter dan Organisasi pada PKKMB 2025

Tue, 26 Aug 2025 12:05

Kutai Kartanegara – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2025–2026, Selasa (26/8/2025)….

Royalti Musik: Momentum Pembenahan, Bukan Sekadar Regulasi

Sun, 24 Aug 2025 14:54

Gerbang Nusantara memandang bahwa langkah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang mengusulkan agar izin konser hanya diberikan setelah…

Ratusan Massa Kaltim Siap Gelar Aksi Besar, Tuntut Cabut Izin PT BDAM dan Copot Pejabat Polres Kukar

Sun, 24 Aug 2025 07:17

Kutai Kartanegara — Persoalan sengketa lahan yang bermula sejak 1980 kembali memanas. Awal perkara ini disebut dimulai saat hadirnya PT…

Kaltim Sediakan Rp25 Miliar untuk Kompensasi Kesehatan, Darlis: Pasien Tidak Boleh Ditolak

Sun, 24 Aug 2025 03:36

Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran Rp25 miliar dalam APBD Perubahan 2025. Dana ini disiapkan sebagai kompensasi kesehatan…

Dana Transfer Pusat Dipangkas, APBD Kaltim Terancam Defisit Besar

Sun, 24 Aug 2025 03:20

Samarinda -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini menghadapi ancaman defisit besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan. Hal…

Pemprov Kaltim Pastikan UKT Mahasiswa Baru Ditanggung dalam Program Gratispol

Fri, 22 Aug 2025 22:57

Kalimantan Timur -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmen dalam melaksanakan program pendidikan gratis atau Gratispol bagi mahasiswa baru di…

Berita Terbaru

Teknologi

Pendidikan

Visitor