Berpikir Positif Tanpa Menekan Emosi

Thu, 5 Jun 2025 02:49:56 Dilihat 57 kali Author gerbang nusantara
WhatsApp Image 2025-06-05 at 10.13.10

Penulis: Martha Ayu Winarno, Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta

Berpikir positif sering dianggap sebagai jawaban atas segala bentuk kesulitan hidup. Di media sosial, kita terbiasa membaca kutipan seperti “jangan terlalu memikirkan”, “semua akan baik-baik saja”, atau “selalu bersyukur”. Kalimat-kalimat ini memang menenangkan, namun tidak jarang justru menimbulkan tekanan batin baru bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan.

 

Apakah berpikir positif memang selalu membawa kebaikan? Atau justru, ketika digunakan secara berlebihan, bisa merugikan?

 

Fenomena ini menarik untuk ditelaah lebih dalam. Terlalu sering kita memaksakan diri untuk merasa bahagia, bahkan ketika sedang sedih, kecewa, atau marah. Dalam situasi seperti ini, berpikir positif berubah dari sebuah sikap mental yang sehat menjadi pengungsi emosional yang justru menjauhkan kita dari penyelesaian masalah yang nyata.

 

Makna Berpikir Positif yang Sebenarnya

Berpikir positif bukan berarti selalu tersenyum atau menyangkal rasa kecewa. Menurut artikel Kompas Skola, berpikir positif adalah proses mental yang mendorong seseorang untuk melihat sisi baik dari situasi sulit, namun tetap realistis. Sikap ini tidak bertentangan dengan kenyataan, justru menjadi cara menghadapi kenyataan dengan pandangan yang lebih terbuka.

 

Kompas juga menekankan bahwa manfaat berpikir positif mencakup peningkatan rasa percaya diri, kemampuan mengelola stres, hingga peningkatan hubungan sosial. Tapi manfaat itu hanya bisa didapat jika pikiran positif dibangun secara sadar, bukan karena tekanan sosial.

 

Bahaya Toxic Positivity

Artikel Pijar Psikologi mengingatkan bahwa berpikir positif bisa menjadi berbahaya jika menjelma menjadi toxic positivity. Ini adalah kondisi ketika seseorang memaksa dirinya untuk selalu berpikir baik, bahkan dengan menekan atau mengabaikan emosi negatif yang sebenarnya perlu dihadapi. Misalnya, saat seseorang berkata “Aku baik-baik saja” padahal sedang tertekan, hanya karena takut dicap lemah atau negatif.

 

Pijar Psikologi menegaskan, menjadi manusia seutuhnya berarti mampu mengenali dan mengelola seluruh spektrum emosi, baik positif maupun negatif. Emosi seperti sedih, marah, dan kecewa adalah sinyal psikologis yang valid, bukan kelemahan.

 

Peran Berpikir Positif dalam Kesehatan Mental

Menurut Kementerian Kesehatan RI, berpikir positif merupakan salah satu dari 10 cara menjaga kesehatan mental. Namun Kemkes juga menekankan bahwa berpikir positif harus dibarengi dengan kemampuan mengenali masalah dan mencari solusi, bukan menolaknya.

 

Langkah-langkah yang disarankan antara lain: membangun dukungan sosial yang sehat, menata pikiran melalui aktivitas seperti journaling, serta menghindari tekanan media sosial yang sering memaksakan kesan “semua orang bahagia.”

 

Positif untuk Tumbuh, Bukan Menekan Diri

Dalam artikel Kompas Lifestyle, berpikir positif disebut sebagai alat pengembangan diri yang kuat, dan tidak salah artikan. Optimisme yang realistis membantu kita melihat kemungkinan baru, membangun ketahanan mental, dan menyelesaikan masalah dengan lebih tenang. Namun, ketika berpikir positif digunakan untuk menyangkal rasa sedih atau kegagalan, justru menjadi penghambat pertumbuhan emosi.

 

Kompas menekankan pentingnya keseimbangan antara berpikir positif dan penerimaan diri. Kita tidak harus selalu merasa senang untuk bisa berkembang. Terkadang, justru dari kegagalan dan rasa sakit, kita belajar menjadi lebih kuat.

 

Cara Sehat Membangun Pikiran Positif

Berikut langkah-langkah membangun pikiran positif yang sehat:

  • Terima emosi sebagai bagian negatif dari kehidupan.
  • Gunakan afirmasi yang realistis, bukan paksaan.
  • Luangkan waktu untuk refleksi, bukan sekedar bersyukur.
  • Berani jujur ​​kepada orang terdekat saat sedang tidak baik-baik saja.
  • Bangun lingkungan sosial yang memberi ruang untuk jujur ​​dan tumbuh.

 

Berpikir positif adalah sikap mental yang penting, tetapi tidak boleh dipaksakan. Ia harus tumbuh dari kesadaran, bukan dari tuntutan sosial. Ia membantu kita bangkit, bukan melarikan diri. Dan yang paling penting, ia memberi ruang bagi semua emosi manusia untuk diterima, diolah, dan dijadikan pelajaran.

 

Karena pada akhirnya, menjadi kuat bukan berarti selalu bahagia, namun mampu tetap berjalan sambil menerima perasaan yang datang.

Baja Juga

News Feed

Mahasiswa Didorong Hadapi Tantangan Era Society 5.0, Zulhansyah Tekankan Peran Organisasi

Thu, 28 Aug 2025 14:06

Tenggarong — Dalam rangkaian kegiatan PKKMB Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) Unikarta, digelar seminar bertajuk “Peran Organisasi Mahasiswa dalam Menghadapi…

Akhmed Reza Fachlevi Tanggapi Isu Pencalonan Ketua KNPI Kaltim: Harap Ada Rekonsiliasi Pemuda

Wed, 27 Aug 2025 11:01

Kalimantan Timur– Isu mengenai pencalonan Ketua KNPI Kalimantan Timur mulai mencuat ke publik. Nama Anggota DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi,…

Presiden Mahasiswa Unikarta Ajak Mahasiswa Baru Lebih Kritis dan Aktif Berorganisasi

Wed, 27 Aug 2025 04:10

Kutai Kartanegara —Dalam momentum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025, Presiden Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara, Ibnu Ridho,…

Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin RPU Rp24,9 Miliar di Kutim Masuk Tahap Penyidikan

Wed, 27 Aug 2025 00:04

Kalimantan Timur -Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan mesin Rice Processing Unit (RPU) senilai Rp24,9 miliar di Kabupaten Kutai Timur…

Rektor Unikarta Tekankan Pentingnya Karakter dan Organisasi pada PKKMB 2025

Tue, 26 Aug 2025 12:05

Kutai Kartanegara – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2025–2026, Selasa (26/8/2025)….

Royalti Musik: Momentum Pembenahan, Bukan Sekadar Regulasi

Sun, 24 Aug 2025 14:54

Gerbang Nusantara memandang bahwa langkah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang mengusulkan agar izin konser hanya diberikan setelah…

Ratusan Massa Kaltim Siap Gelar Aksi Besar, Tuntut Cabut Izin PT BDAM dan Copot Pejabat Polres Kukar

Sun, 24 Aug 2025 07:17

Kutai Kartanegara — Persoalan sengketa lahan yang bermula sejak 1980 kembali memanas. Awal perkara ini disebut dimulai saat hadirnya PT…

Kaltim Sediakan Rp25 Miliar untuk Kompensasi Kesehatan, Darlis: Pasien Tidak Boleh Ditolak

Sun, 24 Aug 2025 03:36

Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran Rp25 miliar dalam APBD Perubahan 2025. Dana ini disiapkan sebagai kompensasi kesehatan…

Dana Transfer Pusat Dipangkas, APBD Kaltim Terancam Defisit Besar

Sun, 24 Aug 2025 03:20

Samarinda -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini menghadapi ancaman defisit besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan. Hal…

Pemprov Kaltim Pastikan UKT Mahasiswa Baru Ditanggung dalam Program Gratispol

Fri, 22 Aug 2025 22:57

Kalimantan Timur -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmen dalam melaksanakan program pendidikan gratis atau Gratispol bagi mahasiswa baru di…

Berita Terbaru

Teknologi

Pendidikan

Visitor