Tenggarong- Dalam rangka memperingati Dies Natalis Unikarta yang ke 41 tahun dalam momentum ini saya menyoroti berbagai hal yang menurut saya itu menjadi problem, mulai dari kampus yang setiap tahun mengalami kebanjiran, serta sistem pembayaran Food Court yang kurang baik, sampai pada Organisasi Mahasiswa dalam hal ini BEM Unikarta dan BEM Fakultas yang kurang aktif menyuarakan aspirasi mahasiswanya.
Kita tidak ingin pihak BEM Unikarta dan BEM Fakultas diam saja seolah tidak terjadi apa apa di kampus tercinta ini, kita ingin mereka yang menjadi pengurus BEM baik Universitas, maupun Fakultas seharusnya aktif menyuarakan aspirasi dan problem yang ada di kampus tercinta kita ini.
Setiap tahun kampus tercinta kita pasti mengalami kebanjiran, dan hal ini seharusnya menjadi pelajaran penting bagi pihak rektorat agar bagaimna menyiapkan antisipasi agar tahun tahun selanjutnya kampus kita tidak lagi mengalami kebanjiran, Karena ketika kampus kebanjiran aktivitas mahasiswa, dosen, staf dan yang lainnya akan terganggu. oleh karena itu perlu langkah serius yang harus di ambil.
Dan sekarang kita diperhadapkan dengan sistem yang diterapkan di Food Court tempat perbelanjaan yang baru saja di resmikan dikampus tercinta ini. Pasalnya sistem pembayaran yang menggunakan satu kasir ini membuat para pengunjung merasa tidak efektif, sebab kita ketika memesan makanan harus bolak balik dari Booth ke kasir, kita pesan makanan di Booth baru kita bayar dikasih setelah itu harus balik lagi ke Booth untuk mengantar nota tanda pembayaran kita.
Yang menjadi pertanyaan besar saya, kenapa tidak menerapkan sistem yang seperti kantin pada awalnya, kita pesan dan langsung bayar ditempat itu juga, kenapa pihak pengelola Food Court ini malah menerapkan sistem yang kemudian menyusahkan mahasiswa. Hal ini sudah membuat banyak mahasiswa mengeluhkan terkait sistem pembayaran itu.
Lalu kemudian ditambah lagi dengan biaya admin per nota yang dipungut sebesar seribu rupiah per nota pesanan kita, jadi kalau kita beli es teh seharga lima ribu kita harus membayar enam ribu, hal ini menurut saya sangat berlebihan, apalagi Food Court yang dibangun dari CSR PT. MGRM, bukan dari uang unikarta sendiri, oleh karena itu saya meminta agar sistem pembayaran di Food Court dikembalikan seperti sistem pembayaran kantin sebelumnya dan mencabut pemberlakuan pungutan seribu rupiah, per nota.