GratisPol Kaltim Belum Sepenuhnya Gratis dan Belum Menyentuh Keadilan Pendidikan

Mon, 7 Jul 2025 07:43:26 Dilihat 134 kali Author gerbang nusantara
IMG_20250707_153846

Penulis : M. Yahya, Alumni Universitas Mulawarman 

 

Program pendidikan gratis yang digaungkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui skema GratisPol tentu patut diapresiasi sebagai langkah awal dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Namun, sebagai masyarakat yang turut mengikuti dan merasakan langsung dampaknya, kami menilai bahwa program ini masih jauh dari kata “tuntas” dan “berkeadilan”.

 

Pertama, pembatasan bantuan hanya untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2025 menciptakan ketimpangan serius. Ribuan mahasiswa yang sudah menempuh pendidikan sebelumnya, sebagian besar berasal dari keluarga menengah ke bawah, justru tidak terakomodasi. Padahal, mereka juga berjuang di tengah beban ekonomi dan keterbatasan akses. Membatasi hanya kepada angkatan baru bukanlah solusi jangka panjang, tapi justru memperlebar jurang ketidaksetaraan.

 

Kedua, skema bantuan yang ditawarkan belum menyentuh kebutuhan riil di lapangan. Bantuan UKT maksimal Rp 5 juta, atau Rp 7,5 juta untuk jurusan kesehatan, memang terdengar besar di atas kertas. Namun kenyataannya, banyak perguruan tinggi di Kaltim—terutama jurusan eksakta dan kesehatan—memiliki UKT yang jauh di atas itu. Artinya, beban tetap harus ditanggung mahasiswa, yang membuat slogan “pendidikan gratis” menjadi bias.

 

Biaya pendaftaran yang tidak termasuk dalam skema juga menjadi masalah. Apakah pendidikan ini benar-benar gratis jika sejak awal calon mahasiswa sudah dibebani biaya yang terkadang memberatkan? Ketidaksesuaian antara semangat program dan teknis pelaksanaan semacam ini perlu dikritisi secara serius.

 

Kemudian, syarat administrasi seperti domisili minimal tiga tahun dan batasan usia untuk setiap jenjang pendidikan justru membatasi inklusivitas. Di saat negara lain membuka akses pendidikan tanpa memandang umur, mengapa Kaltim justru mempersempitnya? Mahasiswa non-tradisional, pekerja yang ingin kuliah kembali, atau warga Kaltim yang baru pulang dari perantauan akan tersingkirkan hanya karena regulasi yang kaku.

 

Kami juga menyoroti kurangnya transparansi dan pelibatan publik dalam penyusunan dan implementasi program. Sosialisasi tidak merata, platform pendaftaran belum berjalan optimal, dan tidak ada kanal aduan yang aktif bagi mahasiswa yang terkendala. Hal ini mengindikasikan bahwa program ini terburu-buru dijalankan tanpa kesiapan struktural yang memadai.

 

Kami tidak menolak program ini. Kami justru mendukung sepenuhnya pendidikan gratis untuk semua. Namun, GratisPol seharusnya tidak sekadar menjadi proyek pencitraan atau program simbolik. Ia harus benar-benar hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, bukan menciptakan kategori-kategori eksklusif baru.

 

Masyarakat Kalimantan Timur berhak mendapatkan program pendidikan yang inklusif, adil, transparan, dan berkelanjutan. Kami berharap Pemprov Kaltim bersedia mengevaluasi program ini secara terbuka dan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk mahasiswa, orang tua, dan lembaga pendidikan lokal.

 

Hanya dengan begitu, GratisPol dapat benar-benar menjadi jalan menuju generasi emas Kaltim, bukan sekadar janji manis yang tertinggal di atas kertas.

Baja Juga

News Feed

Mahasiswa Didorong Hadapi Tantangan Era Society 5.0, Zulhansyah Tekankan Peran Organisasi

Thu, 28 Aug 2025 14:06

Tenggarong — Dalam rangkaian kegiatan PKKMB Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) Unikarta, digelar seminar bertajuk “Peran Organisasi Mahasiswa dalam Menghadapi…

Akhmed Reza Fachlevi Tanggapi Isu Pencalonan Ketua KNPI Kaltim: Harap Ada Rekonsiliasi Pemuda

Wed, 27 Aug 2025 11:01

Kalimantan Timur– Isu mengenai pencalonan Ketua KNPI Kalimantan Timur mulai mencuat ke publik. Nama Anggota DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi,…

Presiden Mahasiswa Unikarta Ajak Mahasiswa Baru Lebih Kritis dan Aktif Berorganisasi

Wed, 27 Aug 2025 04:10

Kutai Kartanegara —Dalam momentum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025, Presiden Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara, Ibnu Ridho,…

Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin RPU Rp24,9 Miliar di Kutim Masuk Tahap Penyidikan

Wed, 27 Aug 2025 00:04

Kalimantan Timur -Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan mesin Rice Processing Unit (RPU) senilai Rp24,9 miliar di Kabupaten Kutai Timur…

Rektor Unikarta Tekankan Pentingnya Karakter dan Organisasi pada PKKMB 2025

Tue, 26 Aug 2025 12:05

Kutai Kartanegara – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2025–2026, Selasa (26/8/2025)….

Royalti Musik: Momentum Pembenahan, Bukan Sekadar Regulasi

Sun, 24 Aug 2025 14:54

Gerbang Nusantara memandang bahwa langkah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang mengusulkan agar izin konser hanya diberikan setelah…

Ratusan Massa Kaltim Siap Gelar Aksi Besar, Tuntut Cabut Izin PT BDAM dan Copot Pejabat Polres Kukar

Sun, 24 Aug 2025 07:17

Kutai Kartanegara — Persoalan sengketa lahan yang bermula sejak 1980 kembali memanas. Awal perkara ini disebut dimulai saat hadirnya PT…

Kaltim Sediakan Rp25 Miliar untuk Kompensasi Kesehatan, Darlis: Pasien Tidak Boleh Ditolak

Sun, 24 Aug 2025 03:36

Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran Rp25 miliar dalam APBD Perubahan 2025. Dana ini disiapkan sebagai kompensasi kesehatan…

Dana Transfer Pusat Dipangkas, APBD Kaltim Terancam Defisit Besar

Sun, 24 Aug 2025 03:20

Samarinda -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini menghadapi ancaman defisit besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan. Hal…

Pemprov Kaltim Pastikan UKT Mahasiswa Baru Ditanggung dalam Program Gratispol

Fri, 22 Aug 2025 22:57

Kalimantan Timur -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmen dalam melaksanakan program pendidikan gratis atau Gratispol bagi mahasiswa baru di…

Berita Terbaru

Teknologi

Pendidikan

Visitor