Masa Depan Butuh Proses, Bukan Stress

Thu, 5 Jun 2025 07:13:08 Dilihat 61 kali Author gerbang nusantara
WhatsApp Image 2025-06-05 at 15.04.19

Penulis: Salma Anisa Afriani, Mahasiswa Penerbitan (Jurnalistik) Politeknik Negeri Jakarta

Di era digital ini, linimasa media sosial kerap menampilkan kisah sukses anak muda usia 20-an yang telah mapan secara finansial. Ada yang berhasil membangun bisnis, bekerja di perusahaan multinasional, atau menjadi influencer dengan penghasilan dua digit. Bagi sebagian orang, pencapaian tersebut menginspirasi. Namun, bagi sebagian mahasiswa yang masih harus berkutat dengan jadwal kuliah, tugas kampus, dan uang saku pas-pasan, pemandangan itu bisa memunculkan tekanan sosial yang berat.

 

Namun, tidak semua tenggelam dalam tekanan itu. Adan (21), salah satu mahasiswa Politteknik Negeri jakarta justru menjadikan situasi ini sebagai pemacu semangat. “Saya memang belum berpenghasilan seperti mereka, tapi saya sedang membangun fondasi. Ilmu yang saya pelajari sekarang adalah investasi jangka panjang,” ujarnya.

 

Jembatan Harapan di Tengah Realita

Adan bukan tidak pernah merasa tertinggal. Sebagai anak sulung dari keluarga sederhana, ia kerap membandingkan dirinya dengan teman seangkatannya yang sudah menghasilkan uang. Namun alih-alih terjebak dalam rasa iri atau minder, Adan memilih berpikir positif. Ia menyadari bahwa tiap orang memiliki garis waktu berbeda. Dengan prinsip itulah ia melangkah pasti, satu per satu, sembari menyelesaikan pendidikan di bidang jurnalistik.

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 menyebutkan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja dari kelompok usia 20–24 tahun adalah sekitar 71,22%. Artinya, sebagian besar anak muda di usia ini memang sudah bekerja. Tapi data ini tidak menceritakan bahwa sebagian lainnya masih berada dalam proses pendidikan, menyiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja dengan bekal kompetensi yang lebih kuat.

 

Tekanan Kultural: Sukses Harus Cepat

Budaya instan dan glamor yang diperkuat media sosial membuat keberhasilan terlihat seperti sesuatu yang bisa dicapai seketika. Padahal, banyak cerita kesuksesan yang tak terungkap adalah hasil dari proses panjang, jatuh bangun, bahkan kegagalan berulang. Adan mengaku kerap merasa terintimidasi, terutama ketika melihat unggahan teman sebaya yang memamerkan pencapaian finansial.

 

Namun ia melatih dirinya untuk fokus pada proses. Salah satu caranya adalah dengan memperkaya perspektif melalui literasi dan diskusi. Ia aktif dalam organisasi kampus, mengikuti pelatihan menulis, dan menjadi kontributor konten untuk media kampus. “Mungkin saya belum punya penghasilan tetap, tapi saya sedang membangun portofolio yang nantinya akan membuka jalan karier saya,” katanya.

 

Sikap Mental Lebih Penting dari Segalanya

Penelitian dari American Psychological Association (APA) menunjukkan bahwa sikap positif berkorelasi erat dengan ketahanan dalam menghadapi tekanan hidup, terutama di kalangan mahasiswa. Artinya, mahasiswa seperti Adan yang mampu menjaga pikiran tetap jernih dan positif, memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara mental dan akademik.

 

Berpikir positif bukan berarti menutup mata dari kenyataan. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk keberanian untuk tetap berproses meski situasi belum ideal. Dalam buku Grit karya Angela Duckworth, ditegaskan bahwa ketekunan dan passion adalah dua hal yang lebih menentukan kesuksesan jangka panjang ketimbang bakat atau keberuntungan semata.

 

Optimisme Sebagai Modal Awal

Apa yang dilakukan Adan adalah bentuk perlawanan terhadap narasi “sukses cepat” yang menekan. Ia memilih jalur yang lebih lambat, tapi pasti. Jalur yang penuh pembelajaran, jatuh bangun, dan refleksi. Dalam dunia yang serba instan ini, berpikir positif bukan sekadar pilihan sikap, tetapi strategi bertahan hidup.

 

Kita perlu lebih banyak memberi ruang bagi narasi perjuangan seperti Adan ini, bahwa tidak apa-apa untuk tidak langsung sukses di usia muda. Yang penting adalah tetap bertumbuh, terus belajar, dan percaya bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil.

Baja Juga

News Feed

Mahasiswa Didorong Hadapi Tantangan Era Society 5.0, Zulhansyah Tekankan Peran Organisasi

Thu, 28 Aug 2025 14:06

Tenggarong — Dalam rangkaian kegiatan PKKMB Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) Unikarta, digelar seminar bertajuk “Peran Organisasi Mahasiswa dalam Menghadapi…

Akhmed Reza Fachlevi Tanggapi Isu Pencalonan Ketua KNPI Kaltim: Harap Ada Rekonsiliasi Pemuda

Wed, 27 Aug 2025 11:01

Kalimantan Timur– Isu mengenai pencalonan Ketua KNPI Kalimantan Timur mulai mencuat ke publik. Nama Anggota DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi,…

Presiden Mahasiswa Unikarta Ajak Mahasiswa Baru Lebih Kritis dan Aktif Berorganisasi

Wed, 27 Aug 2025 04:10

Kutai Kartanegara —Dalam momentum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025, Presiden Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara, Ibnu Ridho,…

Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin RPU Rp24,9 Miliar di Kutim Masuk Tahap Penyidikan

Wed, 27 Aug 2025 00:04

Kalimantan Timur -Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan mesin Rice Processing Unit (RPU) senilai Rp24,9 miliar di Kabupaten Kutai Timur…

Rektor Unikarta Tekankan Pentingnya Karakter dan Organisasi pada PKKMB 2025

Tue, 26 Aug 2025 12:05

Kutai Kartanegara – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2025–2026, Selasa (26/8/2025)….

Royalti Musik: Momentum Pembenahan, Bukan Sekadar Regulasi

Sun, 24 Aug 2025 14:54

Gerbang Nusantara memandang bahwa langkah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang mengusulkan agar izin konser hanya diberikan setelah…

Ratusan Massa Kaltim Siap Gelar Aksi Besar, Tuntut Cabut Izin PT BDAM dan Copot Pejabat Polres Kukar

Sun, 24 Aug 2025 07:17

Kutai Kartanegara — Persoalan sengketa lahan yang bermula sejak 1980 kembali memanas. Awal perkara ini disebut dimulai saat hadirnya PT…

Kaltim Sediakan Rp25 Miliar untuk Kompensasi Kesehatan, Darlis: Pasien Tidak Boleh Ditolak

Sun, 24 Aug 2025 03:36

Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran Rp25 miliar dalam APBD Perubahan 2025. Dana ini disiapkan sebagai kompensasi kesehatan…

Dana Transfer Pusat Dipangkas, APBD Kaltim Terancam Defisit Besar

Sun, 24 Aug 2025 03:20

Samarinda -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini menghadapi ancaman defisit besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan. Hal…

Pemprov Kaltim Pastikan UKT Mahasiswa Baru Ditanggung dalam Program Gratispol

Fri, 22 Aug 2025 22:57

Kalimantan Timur -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmen dalam melaksanakan program pendidikan gratis atau Gratispol bagi mahasiswa baru di…

Berita Terbaru

Teknologi

Pendidikan

Visitor