Penulis: Lulu Khaulia, Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta.
Dulu kampus sering dianggap sebagai “menara gading” – tempat yang tinggi dan terhormat, tapi jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Mahasiswa hanya belajar di kelas, dosen sibuk meneliti, dan semua kegiatan kampus terasa tertutup.
Tapi sekarang, semuanya barubah. Kampus semakin dekat dengan masyarakat. Mahasiswa ikut membantu desa, dosen menciptakan alat yang bisa langsung digunakan warga, dan alumni kembali untuk membagikan ilmu. Hubungan kampus dan masyarakat menjadi lebih positif dan saling menguntungkan.
Mahasiswa Belajar Langsung di Masyarakat
Sekarang, banyak mahasiswa yang belajar langsung dari kehidupan nyata. Program seperti Kampus Mengajar dan PPK Ormawa membuat mahasiswa terjun ke sekolah-sekolah dan desa-desa. Mereka membantu mengajar, melatih UMKM, menjaga lingkungan, sampai mendampingi warga soal kesehatan mental.
Bukan hanya masayarakat yang terbantu, mahasiswa juga belajar banyak hal. Mereka jadi lebih peka, mandiri, dan punya pengalaman berharga. Hubungan ini saling memberi manfaat.
Penelitian yang Langsung Berguna
Dosen juga semakin banyak yang membuat riset untuk kebutuhan masyarakat. Misalnya, membuat alat penjernih air murah, pupuk organik dan sampah rumah tangga, atau modul belajar untuk sekolah di daerah terpencil.
Dengan begitu, hasil penelitian tidak cuma disimpan di kampus atau dipublikasikan di jurnal, tapi langsung bisa digunakan oleh masyarakat. Masyarakat merasa terbantu, dan kampus dihargai karena membawa solusi nyata.
Gerakan Sosial dari Kampus
Banyak kegiatan sosial sekarang dimulai dari kampus. Mahasiswa membuat edukasi hukum gratis, konseling remaja, pelatihan digital untuk warga, dan kampanye kesehatan mental.
Kerja Sama Antar Kampus
Kampus-kampus besar mulai bekerja sama dengan kampus kecil di daerah. Mereka saling berbagi pengalaman dan sumber daya. Pertukaran mahasiswa antar kampus juga membuka wawasan baru dan mempererat hubungan antar wilayah.
Semua ini membuat dunia pendidikan terasa lebih merata dan adil. Kampus saling mendukung untuk bersama membantu masyarakat.
Teknologi sebagai Penghubung
Teknologi digital membuat mahasiswa bisa membantu masyarakat dari mana saja. Mereka membuat aplikasi belajar online, sistem informasi desa, dan platfrom untuk UMKM. Dengan teknologi, jarak bukan lagi halangan. Kotribusi kampus bisa terasa hingga pelosok negeri, bahkan ke luar negeri.
Pengabdian Bukan Tambahan, Tapi Identitas
Sekarang pengabdian mesyarakat bukan lagi tugas sampingan. Itu sudah menjadi bagian penting dari identitas kampus. Kampus tidak hanya mencetak lulusan yang pitar secara akademik, tapi juga yang peduli dan siap berkontribusi.
Tantangan dan Peluang
Memang masih ada kampus yang belum siap berubah. Ada yang masih berpikir nilai akademik lebih penting dari dampak sosial. Tapi ini bisa jadi peluang untuk memperbaiki kurikulum, melatih dosen, dan memperkuat kerja sama dengan masyarakat.
Bersama, Kita bisa Berubah
Hubungan positif anatar kampus dan masyarakat tidak bisa dibangun sendiri. Mahasiswa, dosen, dan masyarakat semua punya peran.
Mari terus menjalin kerja sama. Mari jadikan kampus sebagai tempat belajar sekaligus mengabdi. Tempat di mana ilmu bertemu kehidupan, dan perubahan dimulai.