Membangun Kepercayaan Dalam Hubungan Lewat Hati

Wed, 4 Jun 2025 06:03:56 Dilihat 107 kali Author gerbang nusantara
Kesekolah_

Penulis: Ferdinand Albert Hutagalung, Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta.

 

Dalam dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, membangun kepercayaan dalam hubungan terasa semakin menantang. Padahal, kepercayaan adalah fondasi dari setiap hubungan yang sehat, baik itu hubungan asmara, persahabatan, maupun relasi keluarga. Namun, kepercayaan bukan sekadar soal logika atau janji-janji muluk, ia tumbuh dari ketulusan hati.

 

Menurut Dr. Brené Brown, seorang profesor riset di University of Houston dan pakar dalam studi tentang kerentanan dan koneksi manusia, “Kepercayaan adalah kumpulan dari ribuan tindakan kecil yang dilakukan sepanjang waktu.” Artinya, kepercayaan tidak dibangun dalam semalam, melainkan melalui konsistensi dan empati yang ditunjukkan secara tulus dari hati ke hati.

 

Bukan Sekadar Bicara, Tapi Merasa

 

Banyak orang berpikir bahwa kepercayaan dapat dibangun hanya dengan berkata jujur. Tapi hati manusia bekerja lebih dalam. Saat seseorang benar-benar merasa didengar, dipahami, dan dihargai, itulah momen di mana kepercayaan mulai tumbuh. Hati yang saling terbuka memungkinkan hadirnya ruang aman untuk berbagi, tanpa rasa takut dihakimi atau dikhianati.

 

Dalam bukunya The Science of Trust, psikolog John Gottman menjelaskan bahwa kepercayaan terbentuk dari serangkaian “momen kepercayaan”. Saat di mana seseorang memilih untuk hadir dan merespons kebutuhan emosional pasangannya. “Trust is built in very small moments,” tulis Gottman. Ketika kita memilih untuk merangkul pasangan yang sedang rapuh, bukannya menjauh, kita sedang memberi sinyal bahwa hati kita layak dipercaya.

 

Salah satu kunci membangun kepercayaan adalah kehadiran. Bukan sekadar berada di dekat secara fisik, tapi hadir secara emosional. Ketika seseorang merasa didengar, dipahami, dan tidak diabaikan, perasaan percaya akan tumbuh dengan sendirinya.

 

Dalam hubungan yang tulus, kita tidak perlu menyembunyikan rasa sedih atau kecewa. Justru dengan saling menunjukkan sisi rapuh, hubungan menjadi lebih kuat. Hati yang terbuka akan membuat dua orang saling merasa aman dan saling menjaga.

 

Tak perlu janji-janji manis atau usaha berlebihan. Kepercayaan dibangun dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan tulus. Kejujuran, konsistensi, dan rasa hormat adalah pondasi utamanya. Tidak ada yang lebih meyakinkan daripada sikap yang konsisten dan hati yang jujur.

 

Ketulusan juga berarti berani mengakui kesalahan. Tak ada hubungan yang sempurna. Tapi saat kita bisa saling memaafkan dan belajar dari kesalahan, di situlah kepercayaan makin kuat.

 

Sering kali, hati lebih peka dari pikiran. Kita tahu saat seseorang bersikap tulus atau berpura-pura. Itulah mengapa membangun kepercayaan lewat hati jauh lebih bertahan lama dibanding membangun citra lewat kata-kata.

 

Hati yang ikhlas akan menumbuhkan hubungan yang saling menghargai dan penuh rasa aman. Tak perlu terburu-buru. Percayalah, ketika sesuatu dibangun dengan hati, hasilnya akan jauh lebih bermakna.

 

Mengatasi Luka Lama

Tak sedikit orang yang kesulitan percaya karena pernah disakiti. Luka dari masa lalu bisa membuat hati menutup diri dan enggan membuka ruang baru bagi siapa pun. Namun, justru lewat kehadiran yang sabar dan tulus, kepercayaan bisa perlahan dipulihkan.

 

Tidak perlu terburu-buru. Kepercayaan tidak memaksa; ia memberi waktu. Saat seseorang merasa bahwa dirinya diterima sepenuhnya, termasuk dengan segala lukanya, proses penyembuhan akan berjalan alami. Maka, jangan buru-buru meminta dipercaya. Tunjukkan dulu bahwa kamu layak dipercaya, bukan dengan banyak bicara, tetapi dengan hadir secara konsisten.

 

Kepercayaan bukan hanya soal “kamu mempercayaiku”, tapi juga “aku menjaga kepercayaan itu dengan sepenuh hati.” Hubungan yang sehat adalah hubungan dua arah, di mana keduanya merasa bertumbuh dan saling mendukung. Dalam hubungan seperti ini, kepercayaan menjadi semacam jaring pengaman—yang menjaga keduanya tetap dekat, bahkan ketika sedang ada jarak atau perbedaan pandangan.

 

Saling jaga artinya tidak membocorkan rahasia, tidak mempermainkan perasaan, dan tidak mengabaikan ketika pasangan sedang membutuhkan dukungan emosional. Kepercayaan seperti ini membuat hubungan terasa nyaman dan aman, seperti pulang ke rumah setelah hari yang panjang.

 

Hati yang Tumbuh Bersama

 

Setiap hubungan punya pasang surutnya. Tapi jika ada kepercayaan, segala rintangan bisa dihadapi bersama. Karena kepercayaan membuat kita yakin: apa pun yang terjadi, kita tetap saling menjaga.

 

Membangun kepercayaan lewat hati bukan tentang kesempurnaan, tapi tentang perjalanan dua hati yang saling belajar memahami, menerima, dan memperbaiki. Hati yang tumbuh bersama akan menciptakan ruang yang luas bagi cinta, pengertian, dan kesetiaan.

 

Kepercayaan bukan hadiah, tapi hasil dari proses. Ia tidak datang dari kata-kata manis, melainkan dari ketulusan yang terasa. Bangunlah hubungan dengan hati—dengan hadir saat dibutuhkan, jujur saat sulit, dan tetap bertahan ketika keadaan tidak sempurna. Karena di situlah letak keindahan kepercayaan: tumbuh pelan-pelan, tapi menguatkan sampai kapan pun.

Baja Juga

News Feed

Mahasiswa Didorong Hadapi Tantangan Era Society 5.0, Zulhansyah Tekankan Peran Organisasi

Thu, 28 Aug 2025 14:06

Tenggarong — Dalam rangkaian kegiatan PKKMB Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) Unikarta, digelar seminar bertajuk “Peran Organisasi Mahasiswa dalam Menghadapi…

Akhmed Reza Fachlevi Tanggapi Isu Pencalonan Ketua KNPI Kaltim: Harap Ada Rekonsiliasi Pemuda

Wed, 27 Aug 2025 11:01

Kalimantan Timur– Isu mengenai pencalonan Ketua KNPI Kalimantan Timur mulai mencuat ke publik. Nama Anggota DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi,…

Presiden Mahasiswa Unikarta Ajak Mahasiswa Baru Lebih Kritis dan Aktif Berorganisasi

Wed, 27 Aug 2025 04:10

Kutai Kartanegara —Dalam momentum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025, Presiden Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara, Ibnu Ridho,…

Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin RPU Rp24,9 Miliar di Kutim Masuk Tahap Penyidikan

Wed, 27 Aug 2025 00:04

Kalimantan Timur -Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan mesin Rice Processing Unit (RPU) senilai Rp24,9 miliar di Kabupaten Kutai Timur…

Rektor Unikarta Tekankan Pentingnya Karakter dan Organisasi pada PKKMB 2025

Tue, 26 Aug 2025 12:05

Kutai Kartanegara – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2025–2026, Selasa (26/8/2025)….

Royalti Musik: Momentum Pembenahan, Bukan Sekadar Regulasi

Sun, 24 Aug 2025 14:54

Gerbang Nusantara memandang bahwa langkah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang mengusulkan agar izin konser hanya diberikan setelah…

Ratusan Massa Kaltim Siap Gelar Aksi Besar, Tuntut Cabut Izin PT BDAM dan Copot Pejabat Polres Kukar

Sun, 24 Aug 2025 07:17

Kutai Kartanegara — Persoalan sengketa lahan yang bermula sejak 1980 kembali memanas. Awal perkara ini disebut dimulai saat hadirnya PT…

Kaltim Sediakan Rp25 Miliar untuk Kompensasi Kesehatan, Darlis: Pasien Tidak Boleh Ditolak

Sun, 24 Aug 2025 03:36

Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran Rp25 miliar dalam APBD Perubahan 2025. Dana ini disiapkan sebagai kompensasi kesehatan…

Dana Transfer Pusat Dipangkas, APBD Kaltim Terancam Defisit Besar

Sun, 24 Aug 2025 03:20

Samarinda -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini menghadapi ancaman defisit besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan. Hal…

Pemprov Kaltim Pastikan UKT Mahasiswa Baru Ditanggung dalam Program Gratispol

Fri, 22 Aug 2025 22:57

Kalimantan Timur -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmen dalam melaksanakan program pendidikan gratis atau Gratispol bagi mahasiswa baru di…

Berita Terbaru

Teknologi

Pendidikan

Visitor