Penulis: Ikke Nurul, Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Persahabatan merupakan elemen penting dalam kehidupan sosial seseorang dan berperan besar dalam pembentukan karakter, terutama pada masa kanak-kanak dan remaja. Dalam proses ini, teman sebaya menjadi kelompok sosial terdekat yang sangat memengaruhi karakter.
Pengertian Persahabatan Positif
Menurut Santrock (2007), persahabatan positif melibatkan interaksi yang sehat, kepercayaan, empati, dan sikap saling mendorong untuk mencapai potensi terbaik. Hubungan ini sangat penting dalam perkembangan psikososial, terutama pada masa anak-anak dan remaja.
Hubungan persahabatan tidak hanya membuat seseorang mampu berbagi pengalaman dan emosi, tetapi juga membentuk nilai-nilai karakter seperti kejujuran, kerja sama, dan toleransi. Kualitas hubungan ini berperan besar dalam membantu individu tumbuh secara moral dan etis.
Salah satu bentuk utama dari persahabatan yang banyak dialami anak dan remaja adalah hubungan dengan teman sebaya. Pada fase ini, teman sebaya menjadi lingkungan sosial terdekat setelah keluarga yang memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan, sikap, dan karakter seseorang.
Blazevic (dalam Kurniaran & Sudrajat, 2018) menyatakan bahwa teman sebaya adalah kelompok sosial yang terdiri dari individu dengan usia atau tingkat kedewasaan yang relatif sama. Dalam kelompok ini, setiap individu saling memengaruhi, mengubah, atau bahkan memperbaiki perilaku satu sama lain. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh teman sebaya dalam pembentukan karakter.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persahabatan Positif
Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi terbentuknya persahabatan positif, antara lain:
- Lingkungan keluarga: Anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga yang mengajarkan prinsip-prinsip moral cenderung mencari teman dengan prinsip-prinsip serupa.
- Pengaruh lingkungan sosial: Lingkungan yang mendukung perilaku prososial, seperti sekolah atau komunitas agama, dapat mendorong terbentuknya persahabatan positif.
- Keterampilan sosial: Anak-anak yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik dan mampu mengelola emosi cenderung membentuk relasi yang sehat dan positif dengan teman sebayanya.
Peran Teman Sebaya dalam Membangun Karakter
Teman sebaya memiliki pengaruh besar dalam pembentukan karakter anak karena menjadi lingkungan sosial utama di luar keluarga. Mereka menyediakan ruang bagi anak untuk berinteraksi, belajar nilai-nilai sosial, dan mengembangkan identitas diri. Pengaruh ini lebih dominan pada masa remaja karena anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman daripada keluarga.
Melalui pergaulan, peserta didik cenderung meniru perilaku teman, baik dalam cara berpakaian, berbicara, hingga sikap terhadap guru dan teman lain. Dukungan sosial dari teman sebaya terbukti berperan penting dalam pembentukan identitas dan karakter remaja, seperti yang dijelaskan oleh Ristiani (2018). Teman yang positif akan mendorong kebiasaan baik, sementara teman yang negatif bisa memberi pengaruh buruk.
Teman sebaya juga berperan dalam memberikan motivasi, menyelesaikan masalah, dan menjadi model perilaku. Mereka membantu anak mengembangkan berbagai nilai seperti kerja sama, empati, tanggung jawab, dan kasih sayang. Dalam hubungan ini, anak juga belajar mengenali dirinya dan merasa dihargai serta didukung secara emosional.
Menurut teori Santrock, teman sebaya memiliki peran multidimensi dalam mendukung perkembangan karakter anak. Mereka memberikan berbagai bentuk dukungan, mulai dari emosional, penghargaan, hingga bantuan praktis. Dengan demikian, teman sebaya berfungsi sebagai moderator penting dalam membentuk kepribadian dan jati diri anak.
Karakter sebagai Hasil Interaksi Sosial
Dalam konteks persahabatan, teman dapat membantu seseorang membangun karakter melalui:
- Teladan positif: Teman yang memiliki karakter baik cenderung memengaruhi perilaku seseorang untuk meniru nilai-nilai yang sama.
- Dukungan emosional: Teman yang suportif dapat membantu individu mengembangkan rasa percaya diri dan kemampuan menghadapi tantangan.
- Koreksi perilaku: Teman yang jujur dapat memberikan umpan balik yang konstruktif ketika individu melakukan kesalahan.
Peran teman sebaya sangat penting sebagai moderator dalam pembentukan karakter anak. Teman sebaya membantu anak mempertahankan dan mengembangkan citra dirinya sebagai individu yang terus tumbuh. Selain itu, mereka memberikan umpan balik atas perilaku anak dalam kelompok dan lingkungan sosialnya.
Kehadiran teman sebaya memberikan dukungan, dorongan, dan motivasi yang signifikan dalam membangun karakter anak serta menjadi tempat berbagi perasaan dan masalah. Melalui interaksi dan komunikasi dengan teman sebaya, anak belajar nilai-nilai sosial yang mendasar. Dengan demikian, hubungan dengan teman sebaya merupakan bentuk komunikasi sosial yang didasarkan pada kesamaan usia, status sosial, kebutuhan, dan minat, yang semuanya terjalin dalam jalinan persahabatan positif.