Tarik Batasan Jika Baik Menjadi Beban

Thu, 5 Jun 2025 11:50:56 Dilihat 67 kali Author gerbang nusantara
Ilustrasi

Penulis: Allysia Dwisyahputri, Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta

Kita semua pasti pernah merasa sudah berbuat baik, namun dibalas dengan sikap dingin, cuek, atau bahkan sinis. Di dunia nyata maupun dunia maya, tak sedikit orang yang berpura-pura peduli Padahal hanya ingin tahu, bukan benar-benar ingin membantu. Tapi apakah itu berarti kita harus berhenti berdetak dengan baik?

Di tengah lingkungan sosial yang semakin kompleks dan penuh dinamika, terutama dengan kehadiran media sosial, hubungan positif menjadi sesuatu yang sering diromantisasi. Menjadi pribadi yang baik diasosiasikan dengan kasih sayang tanpa batas siapa, kesediaan hadir untuk pun, dan kesabaran untuk memahami semuanya.

Padahal tidak semua orang yang bersikap manis itu benar-benar tulus, dan tidak semua orang diam itu tidak peduli. Tak jarang, interaksi justru digunakan sebagai kedok untuk mencari celah, menyelidik kehidupan orang lain, atau bahkan memanfaatkan kelemahan orang lain untuk kepentingannya sendiri.

Banyak orang merasa terbebani oleh ekspektasi untuk selalu menjadi “orang baik” di lingkungan. Selalu menyapa lebih dulu, hadir saat dibutuhkan, bahkan kepada mereka yang terang-terangan tak menyukainya.

 

Terlebih lagi jika tahu mereka pernah membicarakan kita di belakang atau diam-diam menunjukkan sikap tidak nyaman atas keberadaan kita. Namun karena ingin menjaga citra sebagai orang yang positif dan menyenangkan, kami tetap merasa baik-baik saja. Lama-lama, rasa lelah itu menumpuk.

Namun, pengiklan yang baik seharusnya tidak membebani. Menjadi baik bukan berarti harus tampil sempurna dan menyenangkan di mata semua orang. Kita bisa tetap memberi isyarat baik tanpa memaksa diri menjadi pribadi yang selalu hangat, selalu responsif, dan selalu hadir untuk semua. Karena ketika kebaikan menjadi tuntutan yang menekan, rasa lelah akan mudah datang, dan luka akan mudah terbentuk.

Ada perasaan asing ketika tahu seseorang tidak menyukai kita, padahal kita merasa tidak pernah melakukan kesalahan. Namun yang perlu diingat, bahwa tidak semua ketidaksukaan berasal dari kesalahan. Bisa jadi karena perbedaan karakter, nilai, atau bahkan karena keberadaan kita saja sudah cukup membuat orang lain tak nyaman dan itu bukan tanggung jawab kita.

Ada kalanya pula, kita menyadari bahwa sikap baik kita tidak akan mengubah pandangan orang terhadap kita. Kebaikan tidak harus ditukar dengan penerimaan, pujian, atau perhatian.

Cukup jadi sikap kita sendiri, bukan strategi agar disukai.

Menyikapinya dengan tetap tenang, ramah sewajarnya, dan tidak membalas dengan energi negatif, adalah bentuk kendali diri yang sehat. Itu juga bagian dari hubungan yang positif, tidak reaktif, tapi reflektif.

Hubungan Membangun positif bukanlah soal menyenangkan semua orang. Ini soal bagaimana kita menjaga sikap tanpa kehilangan arah. Tetap baik, tanpa berharap semua orang akan membalas dengan hal yang sama. Karena pada akhirnya, kalimat yang baik adalah tentang siapa kita, bukan tentang siapa mereka.

Baja Juga

News Feed

Mahasiswa Didorong Hadapi Tantangan Era Society 5.0, Zulhansyah Tekankan Peran Organisasi

Thu, 28 Aug 2025 14:06

Tenggarong — Dalam rangkaian kegiatan PKKMB Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) Unikarta, digelar seminar bertajuk “Peran Organisasi Mahasiswa dalam Menghadapi…

Akhmed Reza Fachlevi Tanggapi Isu Pencalonan Ketua KNPI Kaltim: Harap Ada Rekonsiliasi Pemuda

Wed, 27 Aug 2025 11:01

Kalimantan Timur– Isu mengenai pencalonan Ketua KNPI Kalimantan Timur mulai mencuat ke publik. Nama Anggota DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi,…

Presiden Mahasiswa Unikarta Ajak Mahasiswa Baru Lebih Kritis dan Aktif Berorganisasi

Wed, 27 Aug 2025 04:10

Kutai Kartanegara —Dalam momentum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025, Presiden Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara, Ibnu Ridho,…

Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin RPU Rp24,9 Miliar di Kutim Masuk Tahap Penyidikan

Wed, 27 Aug 2025 00:04

Kalimantan Timur -Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan mesin Rice Processing Unit (RPU) senilai Rp24,9 miliar di Kabupaten Kutai Timur…

Rektor Unikarta Tekankan Pentingnya Karakter dan Organisasi pada PKKMB 2025

Tue, 26 Aug 2025 12:05

Kutai Kartanegara – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2025–2026, Selasa (26/8/2025)….

Royalti Musik: Momentum Pembenahan, Bukan Sekadar Regulasi

Sun, 24 Aug 2025 14:54

Gerbang Nusantara memandang bahwa langkah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang mengusulkan agar izin konser hanya diberikan setelah…

Ratusan Massa Kaltim Siap Gelar Aksi Besar, Tuntut Cabut Izin PT BDAM dan Copot Pejabat Polres Kukar

Sun, 24 Aug 2025 07:17

Kutai Kartanegara — Persoalan sengketa lahan yang bermula sejak 1980 kembali memanas. Awal perkara ini disebut dimulai saat hadirnya PT…

Kaltim Sediakan Rp25 Miliar untuk Kompensasi Kesehatan, Darlis: Pasien Tidak Boleh Ditolak

Sun, 24 Aug 2025 03:36

Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran Rp25 miliar dalam APBD Perubahan 2025. Dana ini disiapkan sebagai kompensasi kesehatan…

Dana Transfer Pusat Dipangkas, APBD Kaltim Terancam Defisit Besar

Sun, 24 Aug 2025 03:20

Samarinda -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini menghadapi ancaman defisit besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan. Hal…

Pemprov Kaltim Pastikan UKT Mahasiswa Baru Ditanggung dalam Program Gratispol

Fri, 22 Aug 2025 22:57

Kalimantan Timur -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmen dalam melaksanakan program pendidikan gratis atau Gratispol bagi mahasiswa baru di…

Berita Terbaru

Teknologi

Pendidikan

Visitor