Kutai Kartanegara -Sebuah bangunan megah namun terbengkalai berdiri di Tenggarong Seberang. Dulunya digadang-gadang menjadi pusat pengembangan pendidikan tinggi, kini bangunan itu justru menjadi saksi bisu dari mangkraknya sebuah harapan.
Gedung yang semula dirancang sebagai fasilitas penunjang Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) tersebut kini hanya dikelilingi semak dan rerumputan liar. Tidak ada aktivitas pendidikan, tidak pula tanda-tanda pemanfaatan.
Menanggapi kondisi ini, Ketua DPRD Kutai Kartanegara, Ahmad Yani, menyampaikan keprihatinan serius. Ia menilai, sudah terlalu lama bangunan tersebut dibiarkan tanpa kepastian arah pemanfaatan.
“Bangunan itu sudah dibangun cukup lama. Tapi sampai sekarang tidak ditempati dan bahkan tampak terbengkalai. Kalau memang tujuannya untuk pendidikan, ya harusnya dikembalikan ke situ,” tegas Yani, Senin (28/7/2025).
Ahmad Yani mengungkapkan, sejak awal DPRD Kukar turut mengawal pembangunan gedung tersebut. Namun seiring waktu, perhatian terhadap keberlanjutannya mulai mengendur. Kondisi bangunan pun makin memprihatinkan karena tidak pernah digunakan secara optimal.
Ia menegaskan bahwa dunia pendidikan di Kukar membutuhkan fasilitas tersebut. Jika sejak awal peruntukannya untuk Unikarta, maka langkah terbaik adalah menyerahkannya kembali kepada pihak kampus.
“Meski Unikarta berstatus perguruan tinggi swasta, itu tidak jadi soal. Pemerintah tetap bisa mendukung sambil menata kelembagaannya. Yang penting aset daerah ini jangan dibiarkan rusak dan tidak dimanfaatkan,” ujarnya.
Yani juga membuka opsi lain seperti kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan gedung, asalkan prinsip utamanya tetap: gedung harus dimanfaatkan.
“Silakan kalau ada pihak ketiga yang mau kelola, tinggal ditentukan apakah sifatnya pinjam pakai atau diserahkan penuh. Yang jelas, jangan sampai aset daerah ini mubazir,” ujarnya.
Ia turut menyinggung besarnya anggaran daerah yang telah digelontorkan untuk pembangunan gedung tersebut. Menurutnya, tidak pantas jika anggaran besar dari uang rakyat dibiarkan sia-sia.
DPRD Kukar, lanjutnya, saat ini masih menunggu tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun ia berharap komitmen awal untuk dunia pendidikan tetap dipegang.
“Kalau memang bisa dimanfaatkan untuk anak-anak kita kuliah di sana, kenapa tidak? Serahkan saja ke Unikarta, supaya ada kelanjutan. Jangan terus dibiarkan terbengkalai,” pungkas Ahmad Yani.