Kutai Kartanegara – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2025–2026, Selasa (26/8/2025).
Sebanyak 595 mahasiswa baru mengikuti kegiatan yang mengusung tema “Satu Bangsa, Satu Jiwa, Unikarta Bergerak dan Berdampak untuk Nusantara”.
Agenda ini berlangsung hingga 28 Agustus 2025 dan menjadi pintu masuk bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus.
Rektor Unikarta, Prof. Ince Raden, menegaskan PKKMB bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan jejaring organisasi.
“Tujuannya supaya mahasiswa paham persis seperti apa dunia kampus. Mereka diperkenalkan pejabat struktural, program studi, lembaga, fasilitas, hingga organisasi mahasiswa. Secara akademik juga dikenalkan cara mengambil mata kuliah, menghitung indeks prestasi, hingga proses pembelajaran,” jelas Prof. Ince, diteruskan oleh staf Unikarta dan dilansir dari Sajak.id.
Selain aspek akademik, mahasiswa juga diberi pemahaman mengenai sejarah Unikarta, prestasi yang telah diraih, serta posisi akreditasi kampus. Rektor berharap, mahasiswa tidak hanya fokus mengejar nilai dan kelulusan, melainkan juga membentuk diri menjadi pribadi yang kritis, kreatif, dan inovatif.
“Jangan hanya kuliah, selesai dosen mengajar lalu pulang dan tidur. Di kampus banyak wadah untuk membangun kepemimpinan, public speaking, serta berorganisasi baik di internal maupun eksternal. Itu penting untuk melatih komunikasi, jejaring, dan keberanian berpendapat,” pesannya.
Prof. Ince juga mengingatkan pentingnya menjaga kedisiplinan akademik agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
“Kami berharap delapan semester cukup untuk menyelesaikan studi. Jangan lama-lama di kampus, karena kita ingin lulus tepat waktu,” tegasnya.
Ia pun mendorong mahasiswa memperkaya wawasan di luar program studi melalui kegiatan pendukung, mulai dari keagamaan, literasi digital, hingga kewirausahaan.
“Unikarta harus menjadi rumah belajar untuk melahirkan generasi yang kritis, kreatif, inovatif, serta berdampak bagi masyarakat,” pungkas Prof. Ince.