Sejarah Perjuangan Kutai di Era Kolonial Belanda

Sat, 16 Aug 2025 14:55:03 Dilihat 245 kali Author gerbang nusantara
Ilustrasi Dibuat Oleh Tim Gerbang Nusantara
Ilustrasi Dibuat Oleh Tim Gerbang Nusantara

Kutai Kartanegara merupakan salah satu kerajaan besar di Kalimantan Timur yang memiliki perjalanan panjang, mulai dari masa kejayaan kerajaan hingga masa kolonial Belanda. Perlawanan rakyat Kutai terhadap penjajahan menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Awal Masuknya Belanda ke Kutai

Belanda mulai masuk ke wilayah Kutai pada abad ke-19 melalui jalur perdagangan. Kutai yang saat itu kaya sumber daya alam, terutama hasil bumi dan batu bara, menjadi incaran kolonial. Belanda menjalin perjanjian politik dengan pihak kerajaan untuk memperoleh pengaruh dan keuntungan.

Namun, seiring berjalannya waktu, campur tangan Belanda semakin mendalam hingga membatasi kedaulatan Kesultanan Kutai Kartanegara. Pajak, monopoli perdagangan, hingga intervensi dalam urusan internal kerajaan membuat rakyat merasa terjajah.

Perlawanan Awang Long

Salah satu tokoh yang paling dikenang dalam sejarah perjuangan Kutai adalah Panglima Awang Long. Pada awal abad ke-19, ia memimpin perlawanan rakyat Kutai melawan upaya Belanda menguasai daerah tersebut.

Perlawanan ini terjadi di wilayah Samarinda Seberang.

Awang Long dan pasukannya melakukan serangan terhadap garnisun Belanda.

Meski akhirnya gugur, perlawanan heroik ini membangkitkan semangat rakyat Kutai untuk tidak tunduk sepenuhnya pada kolonial.

Nama Awang Long kemudian menjadi simbol keberanian dan pengorbanan bagi masyarakat Kutai.

Masa Sultan Aji Muhammad Sulaiman (1850–1899)

Pada masa pemerintahan Aji Muhammad Sulaiman, Belanda semakin memperkuat pengaruhnya di Kutai.

Sultan masih berupaya menjaga kedaulatan, namun di sisi lain, ia harus menghadapi tekanan dari pemerintah kolonial.

Tahun 1844, Belanda mulai menguasai pertambangan batu bara di Kutai melalui kontrak dan konsesi.

Sejak itu, dominasi ekonomi Belanda di Kutai makin kuat.

Meski begitu, Sultan tetap menjadi figur penting yang menyeimbangkan kepentingan rakyat dan tekanan kolonial.

Kutai Menjadi Daerah Swapraja

Memasuki abad ke-20, posisi Kesultanan Kutai secara politik semakin terbatas. Belanda mengatur wilayah Kutai sebagai daerah Swapraja, yaitu kerajaan lokal yang masih diakui namun berada di bawah kendali penuh pemerintah kolonial.

Kesultanan hanya berfungsi mengurus adat dan budaya.

Sementara urusan politik, ekonomi, dan keamanan berada dalam pengawasan Belanda.

Warisan Perjuangan

Meskipun pada akhirnya Kesultanan Kutai tidak mampu sepenuhnya mengusir kolonial Belanda, perlawanan rakyat Kutai menjadi bagian penting dalam sejarah nasional. Perjuangan Awang Long dan para pejuang Kutai menunjukkan bahwa semangat menolak penjajahan telah tumbuh kuat di tanah Borneo sebelum Indonesia merdeka.

Kini, semangat tersebut diwariskan melalui tradisi budaya, monumen perjuangan, serta semangat masyarakat Kutai Kartanegara dalam membangun daerah.

Baja Juga

News Feed

Mahasiswa Didorong Hadapi Tantangan Era Society 5.0, Zulhansyah Tekankan Peran Organisasi

Thu, 28 Aug 2025 14:06

Tenggarong — Dalam rangkaian kegiatan PKKMB Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) Unikarta, digelar seminar bertajuk “Peran Organisasi Mahasiswa dalam Menghadapi…

Akhmed Reza Fachlevi Tanggapi Isu Pencalonan Ketua KNPI Kaltim: Harap Ada Rekonsiliasi Pemuda

Wed, 27 Aug 2025 11:01

Kalimantan Timur– Isu mengenai pencalonan Ketua KNPI Kalimantan Timur mulai mencuat ke publik. Nama Anggota DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi,…

Presiden Mahasiswa Unikarta Ajak Mahasiswa Baru Lebih Kritis dan Aktif Berorganisasi

Wed, 27 Aug 2025 04:10

Kutai Kartanegara —Dalam momentum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025, Presiden Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara, Ibnu Ridho,…

Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin RPU Rp24,9 Miliar di Kutim Masuk Tahap Penyidikan

Wed, 27 Aug 2025 00:04

Kalimantan Timur -Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan mesin Rice Processing Unit (RPU) senilai Rp24,9 miliar di Kabupaten Kutai Timur…

Rektor Unikarta Tekankan Pentingnya Karakter dan Organisasi pada PKKMB 2025

Tue, 26 Aug 2025 12:05

Kutai Kartanegara – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2025–2026, Selasa (26/8/2025)….

Royalti Musik: Momentum Pembenahan, Bukan Sekadar Regulasi

Sun, 24 Aug 2025 14:54

Gerbang Nusantara memandang bahwa langkah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang mengusulkan agar izin konser hanya diberikan setelah…

Ratusan Massa Kaltim Siap Gelar Aksi Besar, Tuntut Cabut Izin PT BDAM dan Copot Pejabat Polres Kukar

Sun, 24 Aug 2025 07:17

Kutai Kartanegara — Persoalan sengketa lahan yang bermula sejak 1980 kembali memanas. Awal perkara ini disebut dimulai saat hadirnya PT…

Kaltim Sediakan Rp25 Miliar untuk Kompensasi Kesehatan, Darlis: Pasien Tidak Boleh Ditolak

Sun, 24 Aug 2025 03:36

Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran Rp25 miliar dalam APBD Perubahan 2025. Dana ini disiapkan sebagai kompensasi kesehatan…

Dana Transfer Pusat Dipangkas, APBD Kaltim Terancam Defisit Besar

Sun, 24 Aug 2025 03:20

Samarinda -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini menghadapi ancaman defisit besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan. Hal…

Pemprov Kaltim Pastikan UKT Mahasiswa Baru Ditanggung dalam Program Gratispol

Fri, 22 Aug 2025 22:57

Kalimantan Timur -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmen dalam melaksanakan program pendidikan gratis atau Gratispol bagi mahasiswa baru di…

Berita Terbaru

Teknologi

Pendidikan

Visitor